Kebakaran Pasar Segiri Samarinda Berulang, Andi Harun Singgung Konflik Fungsi Ruang dan Peremajaan
Budi Susilo March 26, 2026 06:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kebakaran yang kembali melanda Pasar Segiri Kota Samarinda pada Kamis (26/3/2026) dini hari seolah menjadi alarm keras bagi tata kelola pasar di ibu kota Kalimantan Timur. 

Insiden ini menambah daftar panjang peristiwa serupa di pusat ekonomi yang menjadi urat nadi warga Kota Tepian tersebut.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyoroti bahwa secara tata ruang, kondisi Pasar Segiri saat ini memang sangat rentan. 

Dia bilang, potensi kebakaran sulit dihindari karena adanya tumpang tindih fungsi di dalam pasar. 

Baca juga: Kebakaran Di Samarinda Hanguskan Warung Makan dan Sembako, Diduga Akibat Ledakan Kompor

Ia mencermati banyaknya los yang beralih fungsi menjadi tempat memasak hingga tempat tinggal, yang jika tidak dibarengi kedisiplinan tinggi, akan memicu kelalaian fatal.

"Kan ada juga tuh los di situ juga masak, di situ juga melaksanakan aktivitas tinggal," ujar Andi Harun saat meninjau lokasi kejadian. Kamis (26/3/2026).

Orang nomor satu di Kota Tepian itu tidak menampik bahwa kedisiplinan pedagang dalam menjaga pasar menjadi kunci mitigasi. 

Namun, keragaman perilaku pedagang di lapangan sering kali membuat situasi sulit dikendalikan. 

Apalagi jika menilik kebelakang, kejadian serupa juga pernah menghanguskan sejumlah kios pada Agustus 2025 lalu.

Baca juga: 3 Relawan GMS Meninggal Karena Kecelakaan Saat Menuju TKP Kebakaran di Samarinda Telah Dikebumikan

Kondisi infrastruktur yang sudah berusia puluhan tahun, ditambah semrawutnya instalasi kabel listrik, semakin memperparah risiko yang ada. 

Walikota Andi Harun menilai saat ini telah terjadi konflik fungsi ruang yang nyata di Pasar Segiri, sehingga langkah pembenahan tidak bisa lagi sekadar tambal sulam.

"Tapi secara umum fungsi ruang sudah terjadi konflik sebenarnya konflik fungsi ruang di sini. Belum lagi kabel yang semrawut," katanya.

Rangkaian persoalan itulah, lanjut dia, yang mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk serius mematangkan rencana peremajaan Pasar Segiri. 

Walikota Andi Harun menyebut bahwa usia pasar yang sudah puluhan tahun menjadikan pembaruan bukan sekadar wacana, melainkan sebuah kebutuhan yang tak bisa lagi ditunda.

Meski begitu, ia mengakui bahwa realisasi rencana tersebut sangat bergantung pada ketersediaan ruang fiskal daerah, yang saat ini masih dalam tekanan efisiensi anggaran.

"Ya, mudah-mudahan nanti rencana peremajaan pasar ini mendapat dukungan besar dari pedagang dan kita bisa membangunnya. Mudah-mudahan di tahun depan kita memiliki ruang fiskal yang cukup untuk memulai itu," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.