Pakubuwono XIV Purboyo Gelar Sungkeman, Kerabat hingga Masyarakat Solo Berkunjung
Ryantono Puji Santoso March 26, 2026 06:13 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pakubuwono XIV Purboyo menggelar sungkeman pada momen Lebaran, Kamis (26/3/2026), di Sasana Narendra.

Sejumlah kerabat hingga masyarakat umum berkunjung untuk bersilaturahmi.

Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo, GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, berharap Lebaran ini menjadi momentum untuk menjalin kerukunan.

“Semoga Sinuhun Pakubuwono XIV menjalankan pemerintahan beliau dengan lancar tanpa halangan apa pun. Semoga keraton menjadi lebih baik, ayem, tenteram, dan rukun semua,” jelasnya.

Sejumlah kerabat dalem ikut hadir dalam acara ini.

Mulanya, Sinuhun Purboyo bersalaman dengan ibunya, GKR Pakubuwono, lalu berlanjut dengan para pengageng yang juga merupakan putra-putri dalem almarhum Pakubuwono XIII.

BANTAH PEMADAMAN LAMPU - Ilustrasi Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo, Selasa (3/3/2026). Penghageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani membantah adanya pemadaman lampu di sekitar halaman Sasana Sewoko selama dua hari. Ia memastikan lampu mati karena korsleting dan saat ini sudah dibenahi.
SUASANA KERATON - Ilustrasi Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo, Selasa (3/3/2026). (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Kerabat Bergantian Bersalaman

Setelah itu, para kerabat lain bergantian bersalaman.

“Ada sederek-sederek dalem saya dengan adik-adik, putra-putri PB XII, Gusti Ratu Alit, Gusti Dipo, Gusti Rahmaniah, Gusti Ras, dan yang lainnya. Ada beberapa sentono Pakubuwono X, IX, dan sebagainya,” terangnya, Kamis (26/3/2026).

Sejumlah warga juga ikut berkunjung dan bersalam-salaman dengan para pengageng.

Acara open house kali ini dimanfaatkan warga untuk mengunjungi kediaman raja tersebut.

Baca juga: Keluh Kesah Penjual Mainan Tradisional Bambu di Kawasan Keraton Solo, Tak Seramai Lebaran Tahun Lalu

“Karena ini untuk umum, warga banyak yang datang. Kita open house, warga juga boleh datang halal bihalal bersama kami,” jelasnya.

Acara semacam ini memang dilakukan setiap tahun.

Hanya saja, pada tahun-tahun sebelumnya diadakan di tempat berbeda.

“Sudah sejak lama, bahkan sejak PB XII pun sudah ada. Saat Pakubuwono XIII, dibuka untuk umum dan waktu itu di Hondrowino,” terangnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.