Sah! Bahasa Indonesia Digunakan di Portal Berita Resmi Vatikan News
Desy Selviany March 26, 2026 06:17 PM

Penggunaan bahasa Indonesia secara resmi ditandai dengan penandatanganan MOU antara Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, pada Rabu (25/3/2026) di Vatikan.

Ketua Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), Asni Ovier Dengen Paluin menyatakan kegembiraannya dengan penandatangan tersebut. 

Dikatakan PWKI terlibat langsung dan menjadi inisiator penggunaan bahasa Indonesia di Vatican News. 

“Tidak dapat dipungkiri, MOU penggunaan bahasa Indonesia itu berawal dari usulan PWKI. Yang mengusulkan adalah Founder PWKI AM Putut Prabantoro  dan Lucius Gora Kunjana pada Juni 2022,” ujar Ovier.

Hadir dalam penandatangan MOU tersebut delegasi PWKI, AM Putut Prabantoro (Founder), Mayong Suryo Laksono (Penasihat), Asni Ovier Dengen Paluin (Ketua), Sanussirus Jumar Sudiyana (Sekretaris) dan Bonfilio Mahendra Wahanaputra (Hubungan Antar Lembaga). 

Penasihat PWKI, Mayong Suryo Laksono, menegaskan bahwa PWKI beberapa kali ke Vatikan sejak Juni 2022. 

Tujuan utamanya adalah penggunaan bahasa Indonesia di Vatikan harus menjadi salah satu bahasa resmi di Vatikan. Bahasa Indonesia menjadi sangat relevan untuk digunakan di Vatican News dengan berbagai pertimbangan. 

“Kami memang sangat konsern dengan usulan tersebut dan terus mengawalnya.  Vatikan mempunyai posisi strategis di mata dunia. Namun bahasa kita belum digunakan di Vatican News,”  

“Sementara kalau dilihat secara dalam, Indonesia memiliki penduduk jauh lebih banyak daripada Malaysia, misalnya, yang bahasa Melayunya telah digunakan. Atau juga bahasa Hindi, Mongolia, dan Kannada,” 

“Belum lagi jika kita menghitung peziarah Indonesia yang ke Vatikan. Indonesia pada tahun Yubelium 2025 menduduki peringkat kedua terbanyak dalam mengadakan kunjungan ke Vatikan. Selain itu masih banyak faktor lainnya untuk menyatakan Bahasa Indonesia harus menjadi bahasa resmi,“ ujar Mayong Suryo Laksono.

Pada Juni 2022, PWKI secara resmi mengajukan usulan penggunaan bahasa Indonesia di Vatikan kepada Dubes RI Untuk Takhta Suci, Laurentius Amrih Jinangkung. Yang mengajukan usulan adalah AM Putut Prabantoro (Founder PWKI) dan Lucius Gora Kunjana (Sekretaris PWKI).

Penggunaan Bahasa Indonesia ini merupakan momentum strategis bagi geopolitik Indonesia. 

Negara Vatikan (Takhta Suci) adalah negara kedua terbanyak setelah Amerika Serikat yang memiliki hubungan diplomatik seluruh dunia. 

Baca juga: Vatikan Tolak Gabung Board of Peace Usulan Trump, Tolak Inisiatif Perdamaian Gaza di Luar PBB

Jika Amerika Serikat memiliki hubungan diplomatik dengan 193 negara. Sementara Vatikan memilki hubungan diplomatik formal dengan 184 negara.

Ditandatanganinya MOU penggunaan resmi Bahasa Indonesia menurut Putut Prabantoro yang juga mantan pengajar Lemhannas di bidang Ideologi, juga menguatkan kebijakan Geopolitik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Dalam penjelasannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bergabung dalam pakta militer manapun, menjalin persahabatan dengan semua bangsa, dan tidak memihak kekuatan besar.  Hal ini juga untuk menjelaskan keberhasilan kebijakan „Good Neighbour Policy“ Presiden Prabowo kepada negara-negara sahabat. 

“Good Neighbour Policy” ini pertama kali diucapkan oleh Presiden Prabowo pada November 2023. Presiden Prabowo menegaskan kembali kebijakan itu pada Rabu (18/2/2026) dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat. 

Penggunaan Bahasa Indonesia oleh Vatikan menjelaskan bahwa Indonesia dan Takhta Suci merupakan sahabat sejak diakuinya kemerdekaan Indonesia oleh Vatikan pada Juli 1947. Dan penggunaan bahasa Indonesia ini juga untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Takhta Suci.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.