WARTAKOTALIVE.COM - Iran tolak mentah-mentah tawaran 15 poin yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mencapai gencatan senjata.
Diketahui baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump bersikeras bahwa Iran telah bernegosiasi dengan pemerintahannya.
Hasil negosiasi klaim Trump, Iran sangat menginginkan kesepakatan gencatan senjata yang ditawarkan oleh AS.
Komentar tersebut muncul di tengah laporan yang sedang berlangsung tentang pembicaraan antara AS dan Iran hampir empat minggu setelah perang AS-Israel dengan Republik Islam.
Namun demikian Iran membantah telah menerima 15 poin yang ditawarkan oleh AS dalam gencatan senjata.
Iran menolak usulan AS sebagai tidak sesuai dengan realitas medan perang, dan menyatakan bahwa mereka hanya akan mengakhiri perang yang dipaksakan.
Berbicara kepada Press Tv pada Kamis (26/3/2026), pejabat yang mengetahui detail proposal tersebut mengatakan bahwa Iran tidak akan membiarkan Presiden AS Donald Trump mendikte waktu berakhirnya perang.
"Iran akan mengakhiri perang ketika memutuskan untuk melakukannya dan ketika syarat-syaratnya terpenuhi," kata pejabat itu.
Iran menekankan tekad Teheran untuk melanjutkan pertahanannya dan memberikan pukulan berat kepada musuh sampai tuntutannya dipenuhi.
Menurut pejabat tersebut, Washington telah mengupayakan negosiasi melalui berbagai saluran diplomatik.
AS juga disebut telah mengajukan proposal yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kenyataan kegagalan Amerika di medan perang.
Berbeda dengan negosiasi tahun 2025 lalu, Iran menyebut negosiasi yang ditawarkan AS kali ini adalah negosiasi menipu.
Baca juga: Sekjen PBB Sebut AS-Israel Sudah Kelewat Batas, Desak Hentikan Perang
Dalam kedua kasus tersebut, pejabat itu menekankan, Amerika Serikat tidak memiliki niat tulus untuk terlibat dalam dialog yang bermakna dan kemudian melakukan agresi militer terhadap Iran.
Oleh karena itu, Teheran mengkategorikan tawaran terbaru tersebut sebagai taktik untuk meningkatkan ketegangan dan telah merespons secara negatif.
Adapun Iran hanya meminta lima syarat terhadap musuh untuk gencatan senjata.
Syarat-syarat tersebut meliputi:
Penghentian total terhadap "agresi dan pembunuhan" oleh musuh.
Pembentukan mekanisme konkret untuk memastikan bahwa perang tidak terulang kembali di Republik Islam.
Pembayaran ganti rugi perang dan kompensasi yang terjamin dan didefinisikan secara jelas.
Berakhirnya perang di semua front dan bagi semua kelompok perlawanan yang terlibat di seluruh wilayah tersebut.
Pelaksanaan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz adalah dan akan tetap menjadi hak alami dan sah Iran, dan hal itu merupakan jaminan bagi pelaksanaan komitmen pihak lain, dan harus diakui.
Pejabat tersebut lebih lanjut mencatat bahwa ketentuan-ketentuan ini merupakan tambahan dari tuntutan yang sebelumnya diajukan oleh Teheran selama putaran kedua negosiasi di Jenewa, yang berlangsung beberapa hari sebelum AS dan Israel melakukan babak agresi baru pada tanggal 28 Februari.
Iran telah menyampaikan kepada semua perantara yang bertindak dengan itikad baik bahwa gencatan senjata bergantung pada penerimaan semua syarat-syaratnya.
"Tidak akan ada negosiasi yang diadakan sebelum itu," tegas pejabat tersebut.
Iran memastikan bahwa perang akan berakhir apabila Iran memutuskan berakhir bukan Donald Trump.
"Perang akan berakhir ketika Iran memutuskan untuk mengakhirinya, bukan ketika Trump membayangkan penyelesaiannya," tambahnya dengan tergesa-gesa.