WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap akhir pekan di Kota Bekasi dipastikan ditiadakan sementara pada Minggu (29/3/2026) mendatang.
Informasi tersebut disampaikan melalui pengumuman resmi melalui akun instagram Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi.
"CFD ditiadakan pada Minggu (29/3/2026) berkenaan dengan rangkaian arus mudik Lebaran 2026 yang memasuki H+7," tulis dalam unggahan yang dikutip Kamis (26/3/2026).
Sebelumnya, Pemkot Bekasi sempat juga menghentikan sementara kegiatan CFD selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Penghentian sementara CFD tersebut tertuang dalam surat edaran Wali Kota Bekasi nomor 600.4.3.2/867/DLH.TLPKLH.
Dilansir dari unggahan instagram DLH Kota Bekasi, kebijakan ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian aktivitas masyarakat selama Ramadan.
Tidak hanya itu, kebijakan juga berkaitan dengan mendukung kelancaran pengamanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri.
"CFD Bundaran Summarecon hingga sepanjang Jalan Ahmad Yani ditiadakan," tulis dalam unggahan akun, Kamis (19/2/2026) lalu.
Peniadaan CFD Bekasi dikarenakan masih berlangsungnya masa arus mudik Lebaran 2026.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menuturkan, sebanyak 42 persen kendaraan pemudik masih belum kembali ke Jakarta.
"Maka dari itu kalau kita lihat dari proyeksinya, masih 42 persen yang belum masuk ke Jakarta. Ini masih kami kelola," ujar Agus, Kamis (26/3/2026).
Ia memastikan Korlantas Polri telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mengelola sisa arus balik tersebut.
Meski Operasi Ketupat telah berakhir, kepolisian tetap meningkatkan kegiatan rutin.
"Tentunya Mabes Polri, Operasi Ketupat sudah selesai tetapi kegiatan rutin kepolisian ditingkatkan," tutur dia.
Ia menambahkan, personel Polri masih disiagakan di lapangan guna mengamankan aktivitas masyarakat pasca-Lebaran.
Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya puncak arus balik kedua yang diperkirakan terjadi pada 29 Maret 2026.
"Oleh sebab itu, kami semuanya masih berada di lapangan untuk mengamankan arus balik yang saat ini masih aglomerasi kegiatan di kampung halaman yang dimungkinkan nanti pada tanggal 29 itu ada puncak balik yang kedua. Ini kita udah siap," katanya.
Baca juga: Pastikan Pelayanan Optimal, Tri Adhianto Sidak di Hari Pertama Kerja
Sebelumnya, Jutaan pemudik dilaporkan telah kembali ke Jakarta hingga pertengahan periode arus balik Lebaran 2026.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, lebih dari 2 juta kendaraan telah kembali ke Jakarta hingga Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Pada Rabu pagi hingga siang, tercatat sekitar 82.000 kendaraan masuk ke arah Jakarta.
Sementara itu, hingga Selasa (24/3/2026) malam, jumlah kendaraan yang telah kembali mencapai 1.958.838 unit.
"Total kurang lebih 2.040.000 yang sudah masuk Jakarta," kata Listyo di Jasa Marga Toll Road Command Center, Jatiasih, Kota Bekasi.
Listyo menyebut puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi pada Selasa malam dengan jumlah kendaraan mencapai 256.338 unit.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 223.163 kendaraan.
Meski demikian, masih terdapat sekitar 481.229 kendaraan yang belum kembali ke Jakarta sejak awal periode mudik.
Untuk mengantisipasi kepadatan, kepolisian mulai menyesuaikan rekayasa lalu lintas, termasuk perubahan skema dari one way nasional menjadi one way sepenggal.
Menurut Listyo, kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan perhitungan rasio volume kendaraan terhadap kapasitas jalan (VC ratio) dan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Kapolri juga mengingatkan pentingnya keselamatan selama perjalanan arus balik.
Ia meminta pemudik tidak memaksakan diri saat lelah atau mengantuk.
Fasilitas istirahat telah disiapkan di berbagai titik, mulai dari rest area di jalan tol hingga pos pelayanan dan pos terpadu di jalur arteri. (m31)