SURYA.CO.ID, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember di Jawa Timur (Jatim) menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini diambil, sebagai respons atas wacana penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, menegaskan pihaknya kini tengah menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Meski demikian, secara infrastruktur dan mentalitas, birokrasi di Jember diklaim sudah siap bertransformasi kembali ke sistem kerja jarak jauh.
"Kami memang sedang menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Tapi Pemkab Jember siap ketika ada perintah untuk WFH," ujar Gus Fawait dalam keterangannya pada Selasa (24/3/2026).
Menurut Gus Fawait, kebijakan WFH bukan hal baru bagi ASN di Jember. Pengalaman saat pandemi Covid-19 menjadi modal penting untuk memastikan produktivitas tetap terjaga meski pegawai tidak berkantor secara fisik.
"Kami pastikan dengan kemajuan teknologi tidak akan mengurangi kinerja dari ASN. Terutama untuk pelayanan publik yang menjadi prioritas utama kami," tegas Gus Fawait.
Lonjakan harga minyak dunia yang dipicu serangan militer di kawasan Iran, Amerika Serikat dan Israel, dinilai akan berdampak sistemik pada ekonomi Indonesia. Sebagai negara importir BBM, fluktuasi harga global otomatis membengkakkan beban subsidi APBN.
"Indonesia hari ini adalah importir BBM. Ketika dinamika harga minyak dunia fluktuatif, subsidi yang ditanggung pemerintah membengkak. Sudah seharusnya rakyat Jember kompak mendukung langkah Presiden," papar Gus Fawait.
Ia juga menegaskan, bahwa wacana WFH ini murni untuk efisiensi dan bukan karena kelangkaan stok. Gus Fawait menjamin bahwa pasokan BBM di wilayah Kabupaten Jember saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah pada awal 2026 telah menyebabkan harga minyak mentah jenis Brent melampaui angka psikologis tertentu. Hal ini memaksa pemerintah pusat mencari strategi alternatif guna menjaga stabilitas fiskal, salah satunya melalui pengurangan mobilitas kendaraan dinas dan pribadi melalui skema WFH ASN.
Masyarakat Jember diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying BBM. Penghematan energi secara mandiri sangat disarankan guna membantu pemerintah menjaga ketahanan energi nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.