TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Sebuah rumah warga di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, nyaris ludes terbakar, Kamis (26/3/2026).
Ini setelah rumah itu tertimpa balon udara tradisional, dalam kondisi sumbu masih menyala.
Peristiwa tersebut terjadi saat balon udara yang masih membawa api pada bagian sumbunya mendarat di atap rumah milik Rudi Siswanto.
Api dengan cepat menyulut material plastik balon hingga membesar dan membakar bagian atap rumah.
Kejadian pertama kali diketahui warga sekitar setelah api mulai terlihat membesar.
Salah seorang saksi mata, Sugeng Riyanto, mengaku saat itu sedang berada di kios yang bersebelahan dengan rumah korban ketika mendengar teriakan warga mengenai kebakaran.
"Ada yang bilang kebakaran-kebakaran, saya langsung mendatangi lokasi. Tapi saat dicek rumah terkunci semua karena pemiliknya sedang keluar," ujar Sugeng.
Baca juga: Niat Silaturahmi Berujung Kecelakaan, Motor Terjun Jurang di Jalur Curam Watulimo Trenggalek
Tanpa menunggu lama, Sugeng memanjat pagar rumah dan naik ke lantai dua untuk mencoba memadamkan api.
Saat itu kobaran api sudah mulai membakar talang air plastik serta sejumlah bagian di sekitarnya.
Dibantu warga lain, ia berupaya memadamkan api menggunakan air botol seadanya.
Bahkan, ia nekat memecahkan atap asbes menggunakan kaki agar api tidak merembet ke bagian bangunan lain.
"Saya juga menarik talang air karet yang terbakar supaya api tidak makin besar," jelasnya.
Tak lama kemudian, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan hingga api berhasil dikendalikan.
Sugeng pun kemudian turun setelah petugas mengambil alih proses pemadaman.
Menurutnya, peristiwa berlangsung sangat cepat karena material plastik pada talang air membuat api mudah membesar.
Beruntung kebakaran berhasil dicegah sebelum merambat ke seluruh bangunan rumah.
"Yang terbakar talang sama beberapa usuk kayu. Alhamdulillah tidak merembet," katanya.
Warga tidak mengetahui asal balon udara tersebut. Mereka baru menyadari keberadaannya setelah api muncul di atap rumah.
"Nggak tahu dari mana arahnya balon itu, tahu-tahu sudah jatuh di atap dan muncul api," tambah Sugeng.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Eko Widiantoro mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut.
Tim Inafis bersama penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti.
"Masih kami selidiki. Beberapa barang bukti sudah kami amankan. Balon ini tidak terdapat petasan, namun tetap berbahaya karena dapat memicu kebakaran," ujar Eko.
(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik