TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Disparbud Kabupaten Jepara melakukan inovasi pelaksanaan tradisi budaya Pesta Lomban pada momentum Lebaran Kupat dengan kirab kerbau.
Tahun ini, kerbau jenis bule seberat lebih dari 350 kilogram disiapkan untuk diarak.
Kerbau tersebut dibeli dari seorang peternak asal Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara seharga Rp50 juta.
Tradisi kirab kerbau ini merupakan inovasi sekaligus pembuka tradisi Pesta Lomban.
Kerbau tersebut bakal diarak dari TPI Ujungbatu menuju Rumah Potong Hewan (RPH) Jobokuto pada Jumat (27/3/2026) pukul 06.00.
Baca juga: 152 Mahasiswa Unisnu Jepara Dapat Akses Program Kartu Sarjana
• Alifia Terkesima, 25 Grup Meriahkan Festival Tongtek Ramadan Piala Bupati Jepara 2026: Kali Ini Beda
Sementara pelaksanaan tradisi Pesta Lomban dilaksanakan pada Sabtu (28/3/2026) dari TPI Ujungbatu sampai Pantai Kartini Jepara.
Kepala Disparbud Kabupaten Jepara, Ali Hidayat mengatakan, kerbau tersebut akan dikirab sejauh 1,1 kilometer.
Setelah itu, kerbau dipotong di RPH Jobokuto.
Kepala kerbau dijadikan sebagai sesajen untuk dilarung saat pelaksanaan tradisi Lomban.
"Pelaksanaan kirab dan pemotongan kerbau ini untuk tradisi Lombannya, larung kepala kerbau," terangnya, Kamis (26/3/2026).
Ali berharap, pelaksanaan tradisi budaya Lomban dengan berbagai rangkaiannya bisa menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Jepara.
Rangkaian ini yang melibatkan arak-arakan kerbau menjadi hal baru dalam rangka menghadirkan inovasi untuk menarik wisatawan.
"Sekaligus pembuktian bahwa ada kerbau yang disembelih."
"Tidak dikira hanya membeli kepala kerbau untuk dilarung," ujar dia.
Selain kirab kerbau dan pelarungan kepala kerbau, tradisi Lomban juga dimeriahkan dengan ziarah ke Makam Cik Lanang di Kelurahan Bulu dan Makam Mbah Ronggo di Kelurahan Ujungbatu pada Jumat (27/3/2026) sore.
Ada juga pentas wayang semalam suntuk pada malam harinya.
Kemudian festival 1447 kupat lepet di Pantai Kartini pada Sabtu (28/3/2026) pagi setelah prosesi larungan. (*)