TRIBUN-BALI.COM - Penundaan sejumlah penerbangan internasional ke Bali akibat kondisi global, dikhawatrikan berdampak pada kunjungan wisatawan ke kawasan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Padahal Maret ini seharusnya di Nusa Penida sudah mulai memasuki high season, atau kunjungan ramai wisatawan.
Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan, bulan Maret seharusnya menjadi periode high season pariwisata Bali, namun dikhawatrikan terpengaruh oleh penundaan penerbangan dari luar negeri ke Bali.
“Kondisi global cukup berpengaruh. Bulan Maret seharusnya menjadi high season, namun ada penundaan penerbangan dari luar ke Bali sehingga dikhawatirkan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan, termasuk ke Nusa Penida,” ujar Made Satria, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Klungkung telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk memastikan sektor pariwisata tetap berjalan normal dan wisatawan tetap merasa aman berkunjung.
“Kami terus berkoordinasi dengan Pemprov Bali. Secara umum kunjungan ke Bali tetap aman dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” jelasnya.
Baca juga: MAUT Tewaskan 1 Keluarga, Usai Mobil Ringsek Dihantam Truk Muatan Baja Ringan yang Gagal Nanjak!
Baca juga: TERDAMPAR! Lumba-lumba Moncong Panjang di Pesisir Perancak, Langsung Dikubur Relawan Kurma Asih
Ia juga mengimbau para pelaku wisata, untuk gencar mensosialisasikan agar wisatawan tidak ragu untuk berkunjung dan berwisata ke Bali, khususnya ke Nusa Penida yang menjadi salah satu destinasi andalan pariwisata Klungkung.
“High season bulan Maret ini merupakan andalan Bali dan kami berharap kunjungan wisatawan tetap meningkat, termasuk ke Nusa Penida,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan, konflik di Timur Tengah menyebabkan 377 penerbangan menuju Indonesia dilaporkan dibatalkan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 50 ribu penumpang yang tidak bisa datang ke Indonesia, termasuk ke Bali. (mit)
Mulai Naik di Pekan Terakhir Maret
Berdasarkan data kunjungan wisatawan ke Nusa Penida, sejak awal Maret 2026 tercatat jumlah kunjungan wisatawan rata-rata ke di bawah 1.000 orang perharinya.
Namun mulai per tanggal 21 Maret 2026, jumlah wisawatan terus meningkat di atas 1000 pengunjung perharinya.
Data terakhir tanggal 23 Maret 2026 jumlah wisatawan naik hingga berjumlah 2.054 perhari, serta 24 Maret 2.026 jumlah wisatawan berjumlah 2359 wisatawan per harinya. (mit)