Banjir Luapan Sungai Babakan Lumpuhkan Jalur Pejagan-Ketanggungan Brebes
M Syofri Kurniawan March 27, 2026 05:54 AM

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Jalur Nasional Pejagan-Ketanggungan, Kabupaten Brebes, terendam banjir dampak luapan Sungai Babakan, sejak Rabu (25/3/2026) malam.

Banjir sempat membuat jalur mudik Pejagan-Ketanggungan lumpuh.

Banjir di ruas jalan nasional itu menyebabkan arus kendaraan yang akan balik ke Jakarta terganggu. 

Untuk mengurai kemacetan, polisi melakukan rekayasa arus lalu lintas.

Kendaraan dari arah Bumiayu menuju Ketanggungan, dialihkan melalui Fly Over Klonengan menuju arah Slawi.

"Sementara kendaraan yang keluar dari Exit Tol Pejagan diarahkan belok ke kiri menuju Jalur Pantura," ujar Kasatlantas Polres Brebes, AKP Ahmad Zaenurrozaq.

Pada Kamis (26/3/2026), banjir tersebut sudah berangsur surut, tetapi kepadatan arus lalu lintas masih terjadi.

Pantauan Tribun Jateng di jalur tersebut, kepadatan kendaraan pemudik dari arah Purwokerto menuju Gerbang Tol (GT) Pejagan tersendat di Jalur Arteri Ketanggungan, Brebes. 

Meski begitu, cuaca hujan di sekitar wilayah Ketanggungan menyebabkan sejumlah pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor menepi dan berteduh.

Tersendatnya kendaraan di Jalur Arteri Ketanggungan menuju GT Pejagan dipicu oleh pertemuan arus kendaraan di Simpang Dermoleng, Simpang Ciremai, dan Simpang Exit Pejagan.

Salah seorang pemudik, Edi mengatakan, antrean kendaraan sudah terjadi sejak Pasar Linggapura, Kecamatan Tonjong, Brebes. 

"Bahkan mengular hingga ke Flyover Dermoleng menuju Ketanggungan sampai Gerbang Tol Pejagan," ujar Edi, yang akan kembali ke Cikarang seusai mudik ke kampung halamannya di Bumiayu, Brebes. 

Tujuh desa

Sebelumnya, pada Rabu malam, sejumlah desa di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, dikepung banjir dampak luapan Sungai Babakan.

Banjir disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu sore.

Banjir terparah terjadi di Desa Cikeusal Lor, dengan ketinggian hingga mencapai pinggul orang dewasa.

Sungai Babakan mulai meluap, pada pukul 17.00. Desa yang terdampak di antaranya Desa Cikesal Lor dan Buaran.

Sementara itu, pada Rabu pukul 23.46, banjir meluas hingga menggenangi ruas jalan Ketanggungan-Pejagan.

Ketinggian air banjir naik dengan arus yang deras. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bahkan mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi anak-anak dan lansia ke tempat aman.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Wibowo Budi Santoso, membenarkan bahwa Sungai Babakan di Ketanggungan meluap.

"Kami saat ini lagi fokus evakuasi dan pendataan. Untuk laporan resmi dalam proses," ujarnya, pada Kamis dini hari.

Dalam kesempatan terpisah, Camat Ketanggungan, Nuridin mengatakan, tujuh desa terdampak banjir, yakni Desa Cikeusal Lor, Buaran, Kubangwungu, Karangmalang, Ketanggungan, Padakaton, dan Dukuhturi.

Di Desa Cikeusal Lor, banjir merendam sejumlah permukiman.

Di RW 04 Dukuh Campur, tercatat sekitar 400 kepala keluarga (KK) terdampak, RW 03 sebanyak 100 KK, dan RW 07 sebanyak 25 KK. 

"Selain itu, satu warga di RW 07 mengalami luka akibat tertimpa tembok, serta dua ekor sapi dilaporkan mati terbawa arus," kata Nuridin, Kamis. 

Sementara itu, di Desa Buaran, banjir melanda lima RW, yakni RW 01 sekitar 158 rumah; RW 02 sekitar 120 rumah; RW 03 sekitar 100 rumah; RW 05 sekitar 30 rumah; dan RW 07 sekitar 160 rumah.

Selain itu, menurut Nuridin, Jembatan Cikrowok dilaporkan amblas dan 13 ekor kambing hanyut terbawa arus.

Di Desa Kubangwungu, genangan air setinggi lutut orang dewasa menggenangi Jalan Nasional sehingga tidak dapat dilalui kendaraan kecil. 

"Kondisi ini sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur tersebut," ujar Nuridin. 

Menurut Nuridin, banjir juga berdampak luas di Desa Karangmalang.

Tercatat lima RW terdampak, yakni RW 01 sekitar 510 rumah; RW 02 sekitar 526 rumah; RW 03 sekitar 321 rumah; RW 04 sekitar 523 rumah; dan RW 05 sekitar 305 rumah.

"Hampir seluruh wilayah desa ini terendam. Bahkan, dua rumah milik warga dilaporkan roboh," ungkap Nuridin. 

Sementara di Desa Ketanggungan, ratusan rumah juga terendam banjir, meliputi RW 01 sebanyak 512 rumah; RW 02 sebanyak 428 rumah; RW 03 sebanyak 563 rumah; RW 04 sebanyak 368 rumah; dan RW 05 sebanyak 578 rumah.

Selanjutnya, di Desa Padakaton, sekitar 1.000 KK terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 50 sentimeter. 

Kemudian, di Desa Dukuhturi, banjir merendam tiga RW. Di RW 01 terdapat 550 rumah dengan 690 KK terdampak; RW 02 sebanyak 574 rumah dengan 709 KK terdampak; dan RW 03 sebanyak 265 rumah dengan 310 KK terdampak.

“Rata-rata ketinggian air berkisar antara 50 sentimeter hingga 170 sentimeter. Itu akibat hujan yang terjadi sejak semalam. Meski sempat surut, tapi kemungkinan masih bisa banjir susulan mengingat cuaca dan debit aliran sungai masih deras,” ujar Nuridin. 

Pemerintah setempat terus melakukan pendataan dan penanganan dampak banjir, serta mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. 

Banjir Batang

Sementara itu, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Batang sejak Rabu malam hingga Kamis kemarin menyebabkan banjir di sejumlah wilayah permukiman.

Meski demikian, jalur utama pantura dipastikan tetap aman dan menjadi kabar baik bagi pemudik yang melakukan arus balik Lebaran.

BPBD Kabupaten Batang mencatat, sedikitnya enam wilayah terdampak genangan, yakni Klidang Lor, Karangasem Utara, Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, Watesalit, dan Kasepuhan.

Air merendam rumah warga dengan ketinggian bervariasi, memaksa sebagian warga untuk dievakuasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Batang, Muhammad Fajri mengatakan, tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan cepat, terutama mengevakuasi warga yang berada dalam kondisi rentan.

“Fokus kami saat ini adalah membantu evakuasi warga, khususnya lansia dan anak-anak yang masih terjebak di dalam rumah akibat banjir,” kata Fajri. 

Di tengah kondisi tersebut, Fajri memastikan, jalur pantura sebagai urat nadi transportasi utama tetap dalam kondisi aman dan tidak terdampak banjir.

Arus kendaraan pun terpantau lancar tanpa hambatan berarti.

“Pantura aman, tidak ada genangan. Arus balik masih berjalan lancar,” ungkapnya. (Wahyu Nur Kholik/Tito Isna Utama) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.