Cerita Andi Dwi Perantau Asal Kendari Sultra Pertama Kali Jalani Ramadan dan Lebaran di Beijing Cina
Apriliana Suriyanti March 27, 2026 12:44 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pengalaman menjalani Ramadan dan Lebaran 1447 Hijriah di Beijing dibagikan oleh warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Bernama lengkap Andi Dwi Indah Putri, perempuan berhijab berusia 25 tahun ini tengah menempuh pendidikan di Beijing, ibu kota Cina.

Dia pertama kali menginjakkan kaki di Negeri Tirai Bambu pada September 2025 atau sekitar enam bulan lalu.

Menjalani ibadah puasa tahun 2026 di negeri orang menjadi pengalaman yang berkesan bagi Dwi.

Dia merasakan durasi puasa di Beijing relatif lebih singkat karena bertepatan dengan peralihan musim dingin ke musim semi.

Meski demikian, suasana Ramadan di Cina sangat berbeda dibandingkan Indonesia yang identik dengan lantunan azan dan tradisi berburu takjil.

Namun, perbedaan tersebut justru memberinya pelajaran berharga untuk mandiri dan memaknai ibadah dengan lebih dalam.

Baca juga: Pemprov Sultra Akan Benahi Docking Kapal di Kendari, Targetkan Biaya Perbaikan Nelayan Rp300 Ribu

Saat Hari Raya Idulfitri, Dwi melaksanakan salat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing bersama ratusan warga Indonesia lainnya.

Momen tersebut menjadi ajang silaturahmi yang hangat bagi para perantau, baik mahasiswa maupun pekerja.

Usai salat, KBRI menyediakan berbagai hidangan khas Indonesia, seperti rendang, lontong, opor ayam, hingga sate.

Ada pula aneka kue tradisional yang sedikit mengobati rasa rindu terhadap kampung halaman.

“Rasanya hangat sekali karena bisa kumpul dengan sesama orang Indonesia,” ujar Dwi kepada TribunnewsSultra.com, Kamis (26/3/2026).

Culture Shock di Cina

Selama tinggal di Cina, Dwi mengaku mengalami sejumlah culture shock terutama dari segi bahasa dan kebiasaan masyarakat setempat.

Dia menyebutkan, penggunaan bahasa Inggris di ruang publik masih terbatas.

Baca juga: Loker Security di Kota Kendari Sulawesi Tenggara, Lulusan SMA Bisa Daftar, Cek Persyaratannya

Beruntung, dirinya telah memiliki kemampuan dasar bahasa Mandarin sehingga tetap bisa berkomunikasi.

“Untungnya saya sudah punya basic Mandarin, jadi masih bisa berinteraksi,” ujarnya melalui WhatsApp.

Selain itu, sistem pembayaran digital yang hampir sepenuhnya menggunakan ponsel juga menjadi pengalaman baru baginya.

Hal ini berbeda dengan Indonesia yang masih banyak menggunakan uang tunai.

Dari sisi pelayanan, Dwi menilai kecepatan layanan di Cina sangat mengesankan. Di restoran, misalnya, pesanan bisa datang dalam waktu kurang dari lima menit.

Alumni SMA Negeri 3 Konawe Selatan ini juga mengaku takjub dengan kemajuan teknologi di sana.

Saat liburan musim dingin di Kota Harbin, Dwi menginap di sebuah hotel yang menggunakan robot sebagai pelayan pengantar makanan.

Tak hanya itu, gaya hidup masyarakat setempat juga menarik perhatiannya sebab para lansia masih aktif berolahraga dan beraktivitas di taman.

Baca juga: UPDATE Harga Emas Batangan 27 Maret 2026, Antam Tertinggi Rp2,9 Juta per Gram, UBS dan Galeri 24

Dalam hal transportasi, bus dan metro menjadi pilihan utama masyarakat karena nyaman dan tarifnya sangat terjangkau.

Ongkos bus berkisar Rp2.500 hingga Rp5.000, sementara metro sekitar Rp7.500 sampai Rp12.500.

Dwi juga mengaku terkejut dengan kondisi toilet umum di Cina yang bersih dan gratis, meski tidak dilengkapi bidet.

“Minusnya tidak ada bidet, jadi harus pakai tisu,” katanya.

Untuk urusan makanan, dia mengakui cukup sulit menemukan restoran halal, meskipun masih tersedia di beberapa lokasi.

Meski demikian, dia tetap mampu beradaptasi dengan pilihan yang ada.

Selama tinggal di Cina, Dwi juga mengaku tidak pernah mengalami rasisme.

Baca juga: Gratis! Korban Curanmor di Kendari Sulawesi Tenggara Bisa Datang Cek 73 Motor Hasil Sitaan Buser77

Sebaliknya, dia justru mendapat respons positif dari masyarakat setempat sebagai perempuan berhijab.

“Mereka malah excited kalau lihat saya, sering puji juga seperti mataku bulat, senyumku manis,” ungkapnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.