SRIPOKU.COM, MUARADUA– Pengusutan kasus kematian tragis Maria Simaremare (38), staf Bawaslu OKU Selatan, terus bergulir.
Polisi kini mengarah pada dugaan kuat adanya tindak pidana pembunuhan.
Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, dalam kondisi tidak wajar.
Dari hasil penyelidikan awal, aparat kepolisian menemukan sejumlah indikasi kekerasan pada tubuh korban. Temuan tersebut diperkuat dengan hasil autopsi sementara.
Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, Aston L. Sinaga, mengatakan pihaknya masih bekerja intensif untuk mengungkap kasus ini.
“Kami masih berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap perkara ini. Sejak hari pertama penemuan mayat hingga sekarang, tim masih berada di lapangan,” ujar Aston, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, selain adanya tanda kekerasan, polisi juga menemukan sejumlah barang milik korban hilang.
Di antaranya dua unit telepon genggam, satu unit laptop, serta sepeda motor Honda Beat berwarna putih.
“Ini semakin menguatkan dugaan adanya tindak kriminal,” jelasnya.
Lebih lanjut, hasil autopsi sementara mengungkap korban meninggal akibat mati lemas karena terhambatnya saluran pernapasan.
Tak hanya itu, ditemukan pula luka sayatan pada bagian leher yang menyebabkan putusnya pembuluh darah besar, yang diduga akibat benda tajam.
Hingga kini, penyidik telah memeriksa enam orang saksi yang terdiri dari tiga tetangga dan tiga rekan kerja korban.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menggali kronologi kejadian serta mengetahui aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Jenazah korban sebelumnya diautopsi di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang pada Rabu (25/3/2026) malam.
Selanjutnya, pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Sementara itu, polisi masih terus mendalami motif dan memburu pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Kasus ini pun menjadi perhatian serius, mengingat korban merupakan aparatur di lembaga pengawas pemilu yang meninggal dalam kondisi mengenaskan di kediamannya sendiri.