TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Gubernur Bali, Wayan Koster soroti penggunaan Bus Trans Metro Dewata (TMD) yang masih nampak belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Akibatnya, Koster berencana akan melakukan evaluasi terhadap operasional bus tersebut.
Koster memaparkan, Bus TMD menghabiskan dana sebesar Rp49,7 miliar untuk biaya operasional. Pembiayaannya merupakan hasil gotong royong antara Pemerintah Kabupaten Badung (Rp 16 miliar), Pemkot Denpasar (Rp 14 miliar), Pemkab Gianyar (Rp 4,7 miliar), dan Pemprov Bali (Rp 14,9 miliar).
"Dalam mengoperasikan Bus Trans Metro Dewata, total anggarannya Rp 49,7 miliar. Ada sharing dari Pemprov, kemudian Denpasar, Badung, dan Gianyar," jelas Koster saat memberikan sambutan beberapa waktu lalu di DPRD Bali.
Baca juga: Security Klub Malam di Seminyak Rudapaksa Pengunjung WNA Australia di Kamar Mandi
Berdasarkan pengamatan Koster, tidak semua rute bus TMD berjalan efektif. Banyak bus yang terlihat sepi penumpang, sehingga ia merasa perlu melakukan evaluasi mendalam karena anggaran yang dikeluarkan cukup besar namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh publik.
"Tapi kalau kita lihat, lalu-lalang bus ini sepi, rupanya tidak banyak penumpangnya. Jadi, perlu dievaluasi daripada menghabiskan banyak uang tapi bus wara-wiri dalam keadaan kosong," tegas Koster.
Baca juga: Menjaga Keseimbangan Tradisi dan Pembangunan, Pura Jadi Fokus Spiritualitas
Ke depannya, ia berencana untuk mengaktifkan bus pada jurusan yang memang memiliki banyak peminat atau penumpang. "Nanti kita efektifkan yang memang benar-benar efektif dan penumpangnya cukup layak untuk didukung," pungkasnya.