Penanganan Sawah Rusak di Bireuen Segera Dilakukan
Muhammad Hadi March 27, 2026 06:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Perbaikan atau rehabilitasi sawah yang rusak akibat banjir yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir November lalu segera dilakukan. 

Saat ini, proses tersebut masih menunggu petunjuk teknis dari Banda Aceh.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Bireuen, Mulyadi SE MM, menyampaikan bahwa tim survei sebelumnya telah melakukan pendataan serta peninjauan langsung ke lapangan. 

Hasil survei yang melibatkan tim dari Universitas Malikussaleh (Unimal) dan pihak terkait lainnya telah disampaikan ke dinas terkait di Banda Aceh.

“Hasil pertemuan tim survei di Banda Aceh nantinya akan disampaikan ke Bireuen menyangkut langkah penanganan,” ujarnya.

Baca juga: 14 Madrasah Terdampak Banjir di Bireuen Sudah Terima Bantuan, Ini Jenisnya

Selanjutnya, Distanbun Bireuen bersama pihak terkait akan menjalankan kebijakan hasil keputusan tersebut, termasuk langkah rehabilitasi sawah di sejumlah wilayah seperti Samalanga, Kutablang, Blang Guron, Gandapura, dan Jangka.

Berdasarkan data, banjir dan tanah longsor menyebabkan kerusakan lahan persawahan seluas 4.731,79 hektar.

Kerusakan tersebut terbagi dalam tiga kategori, yaitu rusak berat seluas 1.323,07 hektar, rusak sedang 672,12 hektar, dan rusak ringan 2.736,60 hektar.

Swakelola oleh kelompok tani

Mulyadi menjelaskan, proses perbaikan akan dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani. 

Baca juga: Kondisi Minyak Indonesia Saat Ini Imbas Perang Iran: Masih Aman? Bahlil Diperintah Cari Pasokan Baru

Hal ini dilakukan karena keterbatasan anggaran yang hanya sebesar Rp13 juta per hektar.

“Anggaran tersebut tidak cukup untuk seluruh pekerjaan, sehingga partisipasi petani sangat diharapkan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa jika pekerjaan diserahkan kepada pihak ketiga, dikhawatirkan batas sawah menjadi tidak jelas dan hasil penanganan tidak maksimal. Sementara itu, untuk sawah dengan kategori rusak berat, pemerintah pusat masih mengkaji langkah penanganan yang tepat.(*)

Baca juga: Harga Emas di Lhokseumawe, Banyak yang Jual Emas Setelah Lebaran, Segini Harga Emas Per Mayam

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.