Mengenal Pulau Tagulandang, Terletak Persis di Jalur Ring of Fire
GH News March 27, 2026 06:10 PM
Sitaro -

Pulau Tagulandang terletak di Kabupaten Sitaro (Siau, Tagulandang, Biaro), Sulawesi Utara. Pulau ini berada persis di jalur cincin api Pasifik (Ring of Fire).

Dari Pelabuhan Tagulandang, traveler dapat melihat gunung Ruang yang dapat dicapai hanya 15 - 20 menit dengan menggunakan perahu.

Gunung Ruang adalah gunung stratovolcano. Pada puncak gunung setinggi 725 meter di atas permukaan laut, terdapat kubah lava. Letusan pertama kali gunung ini tercatat terjadi pada 1808.

Gunung Ruang telah meletus setidaknya 13 kali sejak tahun 1808. Peristiwa paling dahsyat terjadi pada 2 Maret 1871, ketika letusan menyebabkan sebagian gunung Ruang longsor ke laut dan memicu tsunami setinggi 25 meter.

Tsunami ini menghancurkan pantai Pulau Tagulandang yang terletak 5 kilometer jauhnya, dan menewaskan 400 penduduk Pulau Tagulandang.

Tsunami pada 1871 meluluhlantakkan Tagulandang dengan genangan air laut, termasuk pepohonan dan segala tumbuhan serta permukaan tanah yang subur hilang hanyut terbawa air, sehingga Tagulandang menjadi gersang.

Secara alamiah, lambat laun tumbuh pucuk tanaman baru sampai lingkungan menjadi baru dan Tagulandang menghijau kembali.

Kejadian tsunami pada 1871 ini oleh masyarakat Tagulandang dikenal sebagai mandolokang yang mengandung arti munculnya pucuk-pucuk muda berkembang secara alami pasca tsunami.

Cerita rakyat menyebutkan Tagulandang merupakan akronim yang terdiri dari dua kata: taghuwa - nawalandang, terjemahannya adalah lunas kapal dari kayu yang panjang melintang di pantai.

Penemuan bagian kapal berupa lunas yang hanyut terbawa arus lautan sampai tertambat di pantai itulah yang disebut Tagulandang (taghuwala).

Untuk mencapai Pulau Tagulandang sangatlah mudah, dengan menggunakan kapal cepat dari Manado hanya membutuhkan waktu 2 jam. Di pelabuhan Tagulandang, ibu-ibu penjual salak akan langsung menyambut traveler.

Buah salak dari Tagulandang cukup terkenal karena rasanya yang manis, begitu juga dengan halua kenari (kenari yang dicampur gula aren), yang mempunyai rasa khas, sehingga sering dijadikan oleh-oleh traveler yang berkunjung atau transit di pulau ini.

Pulau Tagulandang memiliki fauna endemik yaitu kuskus beruang Sulawesi (). Walaupun kondisi terumbu karang di perairan Pulau Ruang pernah rusak akibat bencana vulkanik, nelayan setempat pernah menemukan Coelacanth, ikan purba yang hidup jutaan tahun yang lalu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.