TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sosok fenomenal Hendrik Irawan menyatakan siap comeback.
Hendrik merupakan pemilik SPPG di Bandung Barat yang viral gara-gara video joget keuntungan MBG Rp 6 juta/hari.
Sempat terhenti usai disidak Badan Gizi Nasional (BGN), Hendrik kini tengah mengebut renovasi SPPG Pangauban, Batujajar, agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa kembali mengepul pada awal April 2026 mendatang.
Tak main-main, ratusan chef kelas dunia pun dikerahkan demi membuktikan bahwa menu murah Rp10 ribu bisa disulap menjadi sajian kualitas hotel bintang lima.
Hendrik Irawan optimis SPPG Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan kembali beroperasi pada awal April 2026.
Saat ini, perbaikan fasilitas tengah dikebut agar penutupan SPPG tidak berlarut.
Baca juga: Sosok Hendrik Irawan Mitra MBG di Bandung Barat Viral Joget Disebut Pamer Dapat Insentif Rp6 Juta
"Di tanggal 31(Maret) bisa dibuka dan kembali produksi MBG, karena kita mempercepat perenovasian, InsyaAllah secepatnya, karena sayang sekali anak-anak kalau terlalu lama," kata Hendrik di SPPG Pangauban, Jumat (27/3/2026).
Hendrik mengungkapkan, Badan Gizi Nasional melalui Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen Doni Dewantoro melakukan inspeksi mendadak ke SPPG Pangauban pada Rabu (25/3/2026).
Hasilnya, ditemukan adanya pelanggaran protokol maupun standar IPAL hingga SPPG Pangauban dilakukan penghentian sementara sampai dilakukan perbaikan.
"Kemarin ada sidak BGN, dan disuspend sementara, operasi tidak berlanjut dulu, saya terima. Arahan BGN akan segera kita tindaklanjuti, penerima manfaat sangat antusias pengen bisa kembali menerima MBG," ujarnya.
Di sela-sela masa penangguhan, Hendrik mengumpulkan ratusan chef atau juru masak profesional dalam acara solidaritas mendukung penyajian MBG yang layak dan profesional.
Dia menegaskan bahwa, dengan anggaran Rp8.000 dan Rp10.000, MBG dapat disajikan dengan layak sesuai standar gizi yang ditetapkan oleh BGN.
Pantauan di lokasi sejumlah chef profesional dengan rekam jejak sebagai juru masak di kapal pesiar hingga chef asal Prancis David Caileba terlihat dalam jajaran ratusan chef yang hadir di SPPG Pangauban.
"Acara ini sudah direncanakan satu bulan setengah, sudah jauh-jauh hari, ini chef-chef profesional."
"Tujuannya, kami ingin mensukseskan program Bapak Prabowo Subianto, dan ingin menampilkan bagaimana mengolah harga Rp10.000 menjadi harga hotel bintang 5, walau harga murah dengan pengalaman saya 19 tahun dan chef yang malang melintang di luar negeri, jangan sampai harga segitu banyak komplain-an dikurangi, kita bikin menu berkualitas," tandasnya.(*)