- Seorang bocah di Kota Ternate dibully karena bicara pakai Bahasa Inggris.
Apa yang menimpa bocah tersebut diadukan oleh ibunya di hadapan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.
Anak itu pun lalu diundang langsung oleh Sherly ke rumahnya.
Pertemuan mereka terlihat di unggahan akun Instagram pribadinya @s_tjo.
Ibu bocah tersebut mengatakan, sehari-hari anaknya memiliki hobi berbicara menggunakan bahasa Inggris -terutama dengan turis asing, dan kontennya sering masuk halaman rekomendasi di media sosial.
Namun karena itu, sang bocah mengalami perundungan.
Curhatan ini ditanggapi Sherly, dengan mengundang sang bocah secara pribadi, untuk datang ke kediamannya.
Setibanya di ruang tamu, Sherly menyambut kedatangan anak tersebut.
Anak itu mendekat, mencium tangan dan memperkenalkan diri. Dari sana diketahui sang bocah bernama Altaf.
Tak butuh waktu lama, keduanya lantas duduk bedekatan di sebuah sofa, terlihat santai dan sangat akrab.
Alasan Suka Bahasa Inggris
Sherly membuka percakapan dalam bahasa Inggris, dengan bertanya kepada Altaf mengapa suka berbahasa Inggris.
Dan, dijawab Altaf dalam bahasa Inggris bahwa ia suka berbicara dengan bahasa Inggris terutama dengan turis asing yang datang di Kota Ternate.
Sherly juga bertanya apa rencana ke depannya, yang juga dijawab Alfat dengan cukup mudah.
Sang bocah mengaku memiliki cita-cita melanjutkan studi di luar negeri, yakni di Negara Spanyol.
Dia memilih Spanyol agar sekaligus dapat menyaksikan secara langsung pertandingan sepak bola di negara tersebut.
“You like music or swimming?” tanya Sherly, dilihat dalam unggahan video di Instagram pribadinya @s_tjo, Jumat (27/3/2026), melansir dari Kompas.com.
“Oh swimming,” jawab Altaf.
“Or you like money,” lanjut Sherly.
“Of course,” kata Altaf diiringi gelak tawa keduanya.
Selanjutnya, pertanyaan Sherly yang awalnya santai berubah menjadi serius.
Dia bertanya tentang apakah Altaf kerap mendapatkan perundungan saat bercakap atau berbicara dalam bahasa Inggris di Ternate.
Alfat pun membenarkan.
Beberapa teman-temannya kerap mengganggunya dan melakukan perundungan secara verbal, dengan menyebut ia sebagai orang Ternate sok-sokan berbicara menggunakan bahasa Inggris.
“They say, why do you learn English you are Ternate people, why do you learn English so? Maybe just that but they always repeat it over and over,” kata Altaf.
Sherly lalu mencoba menguatkan kondisi Altaf, agar masalah itu tak membuatnya rendah diri.
Dia mendorong ALtaf untuk mengabaikan apa yang disebut dengan gangguan hidup.
Menurut Sherly, gangguan adalah sesuatu yang tidak penting yang tidak perlu dibalas dan diabaikan saja perkataan mereka.
“You learning by yourself to have the ability of speak English. What you have right now, i’m so proud of you,” ucap Sherly.
Ia mengatakan, apa yang Altaf lakukan saat ini adalah membangun potensi diri dan menginvestasikan waktu untuk masa depan.
Menurut dia, Altaf sudah berada di jalan yang benar menuju kesuksesan.
“So keep doing what you’re doing, keep learning English, and then just ignore them,” tegas Sherly.
“Buat kalian yang nggak suka belajar bahasa Inggris, atau tidak bisa bahasa Inggris jangan mem-bully yang bisa."
"Dan, kalau kalian yang sedang belajar bahasa Inggris dan merasa di-bully sama teman kalian karena berbicara bahasa Inggris sendiri just ignore them,” tegas Sherly.
Pesan Gubernur Sherly Tjoanda di Momen Lebaran
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos menyampaikan pesan khusus kepada umat Islam yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Melalui akun Instagram pribadinya, Sherly mengatakan, Hari Raya Idul Fitri merupakan sebuah kesempatan untuk saling memaafkan dan memperkuat persaudaraan.
"Saudara-saudaraku, masyarakat Maluku Utara yang saya cintai, di hari yang fitri ini mari kita saling memaafkan, mempererat kebersamaan dan memperkuat persaudaraan di antara kita," kata Sherly video dalam unggahannya, Sabtu (21/3/2026).
Ia menyampaikan, agar di hari yang bahagia ini juga, menjadi momentum menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong membangun Maluku Utara.
Dengan memegang teguh falsafah kearifan lokal masyarakat Maluku Utara "Marimoi Ngone Futuru" yang berarti "Bersatu Kita Kuat" atau "Bersatu Kita Teguh".
"Idul Fitri adalah momentum untuk kembali menyatukan hati, menumbuhkan kepedulian, serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah yang kita cintai, dalam falsafah 'Marimoi Ngone Futuru'," ungkap Sherly.
Sherly berharap di hari kemenangan ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan harapan baru bagi semua. Demi terus melangkah bersama menuju Maluku Utara yang harmonis dan sejahtera.
"Mohon maaf lahir dan batin," ucap Sherly mengakhiri videonya.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari warganet yang mengaku kagum dengan sikap dan penampilan Gubernur Sherly.
"Ibuuuuu Cantiknya ngk pernah gagal. Apapun yg di pakai selalu paripurna di ibu. Happy eid mubarak bagi semua teman" yg merayakan," komentar warganet.
"Luar biasa bunda semoga sehat selalu dalam lindungan Allah SWT dan di beri umur panjang amin tetap semangat sukses program bantu rakyat Maluku Utara bahagia dan sejahtera istimewa amin," kata warganet lainnya.
"Yookk para pejabat, pemimpin yang lain... bisa belajar dan mencontoh Ibu Gubernur Maluku Utara dalam menyampaikan ucapan/salam, disampaikan dengan luwes, santun, dan isinya kena di hati, karena disampaikan dengan kerendahan hati dan rasa tulus."
"Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin buat semua," sambung warganet lainnya.
(*)