Investor Lirik Sampah di Kebumen, Rencana Diolah Jadi Gas
deni setiawan March 27, 2026 10:09 PM

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Investor menjajaki kerja sama dengan Pemkab Kebumen untuk mengolah sampah menjadi gas.

Kepala DLHKP Kabupaten Kebumen, Asep Nurdiana menyampaikan, sampah memang masih menjadi permasalahan utamanya melihat kondisi TPA Semali dan TPA Kaligending yang diperkirakan sudah penuh 3-6 tahun ke depan.

Beberapa upaya kini telah dilakukan seperti kebijakan Bupati mengenai pengelolaan sampah dari hulu dengan mengalokasikan dana desa 7-15 persen.

Selain itu juga kebijakan Bupati dengan mengalokasikan anggaran untuk pembuatan Refuse Derived Fuel (RDF).

Baca juga: Musim Nikah Usai Lebaran, KUA di Kebumen Bakal Layani 117 Pernikahan

• Polisi Ciduk 4 Calo Tiket Bus di Terboyo Semarang, Modus Mark Up hingga 100 Persen

"Kemarin juga ada dari investor. Investor survei dan rencananya akan membangun pabrik mengolah sampah menjadi gas," katanya, Jumat (27/3/2026).

Investor tersebut merupakan perusahaan dari Jerman yang mendapatkan dana dari Kerajaan Inggris.

Lanjutnya, Pemkab Kebumen diminta untuk menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan pabrik pengolahan sampah tersebut.

Asep menuturkan, rencana tanah di Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong dapat digunakan untuk lokasi pabrik.

Pasalnya, di lokasi tersebut aksesnya mudah berada di Jalan Lingkar Selatan.

"Multiplier effect luar biasa menyerap tenaga kerja 1.000 orang," terangnya.

Di sisi lain, Pemkab juga akan mendapatkan bagi hasil dari sampah yang dikelola serta sewa lahan.

Menurutnya, terkait kerja sama tersebut kini masih berproses.

"Kalau ini terealisasi, mereka butuh sampah 1.000 ton sehari. Konversi kami 600-700 ton per hari, yang dikelola oleh layanan baru 100 ton," jelas Asep.

Apabila nantinya kebutuhan sampah belum terpenuhi dari Kabupaten Kebumen juga bisa bekerja sama dengan kabupaten tetangga seperti Kabupaten Purworejo. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.