MACET Lalin 200 Meter, Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Saat Arus Balik Lebaran
Anak Agung Seri Kusniarti March 28, 2026 12:03 AM

TRIBUN-BALI.COM - Petugas gabungan secara gotong royong melakukan penanganan pohon tumbang yang menutupi jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Jembrana,Jumat (27/3).

Pohon yang tumbuh di pinggir hutan di wilayah Banjar Klatakan, Desa/Kecamatan Melaya tersebut tumbang karena tanah yang sudah gembur ditambah hujan deras yang terjadi tadi malam.

Menurut Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Sukadana, peristiwa dua pohon tumbang tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 Wita. Pohon kayu trembesi dan mahoni tersebut sempat mengakibatkan gangguan lalulintas di jalur nasional. Mengingat saat ini adalah hari mulainya puncak arus balik Lebaran dari Jawa ke Bali. 

Baca juga: Diprediksi Mulai April hingga Oktober, Petani Diminta Waspadai Ancaman Dampak Musim Kemarau 2026

Baca juga: ALAT Berat Hanya Satu Unit Beroperasi, Pengelolaan TPA Peh Terhambat

"Kemacetan sekitar 200 meter. Kita lakukan gotong royong untuk penanganannya," jelas Kompol Sukadana saat dikonfirmasi, Jumat (27/3). 

Dia melanjutkan, pohon Kayu Trembesi dan Mahoni yang ada di pinggir hutan Banjar Klatakan tersebut tumbang karena tanah gembur dan curah hujan yang lebat pada malam hari. Sehingga tanah tidak bisa menahan akar dari pohon tersebut sehingga mengakibatkan pohon tersebut tumbang menutupi badan jalan. 

"Beruntung tidak ada korban jiwa maupun material. Sekitar pukul 07.30 Wita, penanganan pohon tumbang sudah bisa kita lakukan sehingga arus lalulintas kembali lancar," ucapnya. 

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman potensi bencana dampak cuaca ekstrem. Terlebih lagi di wilayah hutan Cekik wilayah Melaya hingga Gilimanuk yang banyak terdapat pohon besar di pinggir jalan. 

"Kami imbau untuk tetap hati-hati. Jika cuaca buruk sebaiknya jangan memaksakan diri melewati jalur hutan untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan terjadi," imbaunya. (mpa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.