TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dampak global dari perang di kawasan Timur Tengah mulai terasa secara signifikan.
Salah satunya dampaknya adalah ketersediaan stok BBM di Indonesia secara nasional maupun beberapa negara lain.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan energi nasional saat ini tetap aman.
Baca juga: MACET Lalin 200 Meter, Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Saat Arus Balik Lebaran
Tak hanya itu, sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto, Bahlil juga menegaskan bahwa Pemerintah tetap menjamin pasokan dan stabilitas energi nasional, di tengah ketidakstabilan pasokan BBM dunia yang terganggu akibat perang di Timur Tengah.
Menteri ESDM Bahlil mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan tetap menggunakan energi dengan bijak.
Baca juga: Diprediksi Mulai April hingga Oktober, Petani Diminta Waspadai Ancaman Dampak Musim Kemarau 2026
"Perintah Bapak Presiden untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak dari semua negara. Kemudian optimalkan semua energi yang kita miliki. Harus saya yakinkan kepada rakyat Indonesia, bahwa solar kita Insya Allah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi, clear. BBM berbentuk bensin, sebagian 50 persen kita masih impor, sebagian kita dalam negeri. Tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya, termasuk crude (minyak mentah)-nya," tegas Bahlil, kepada awak media di SPBU Bolon, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026) kemarin.
Lebih lanjut, Bahlil menekankan bahwa Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dari masyarakat, dengan cara memanfaatkan energi yang ada secara bijak.
"Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan (LPG) kompornya boros. Kemudian SPBU ini bukan untuk industri, jadi tolong dipakai dengan bijaksana. Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk kita bersama-sama dalam memakai energi yang bijaksana," tandasnya.
Ditengah kondisi ini beberapa negara di dunia menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam hampir satu bulan terakhir buntut dari perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Lalu apakah harga BBM di Indonesia akan ikut naik?
Dikonfrimasi mengenai isu tersebut Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi (Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex), mengikuti harga minyak dunia.
Namun untuk penyesuaian harga BBM subsidi (Pertalite dan Biosolar) ditetapkan oleh pemerintah.
“Penyesuaian (naik dan turun) harga untuk produk nonsubsidi merupakan hal yang rutin mengacu ke harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang. Untuk perubahan harga produk bersubsidi menjadi kewenangan dari Pemerintah,” kata Ahad saat dikonfirmasi Jumat 27 Maret 2026.
Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik lalu membeli BBM secara berlebih (panic buying) karena ketersediaan stok BBM masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
*Dimana saat ini stok BBM di Bali aman untuk … hari kedepan dengan rata-rata konsumsi sekarang … per hari. (masih nunggu data)*
Untuk penertiban oknum nakal memanfaatkan momentum saat ini dengan membeli BBM Bersubsidi lalu menimbunnya untuk di jual kembali pihaknya perlu mendapat dukungan dari lintas sektor terkait.
“Penertiban oknum yang membeli BBM Bersubsidi untuk dijual kembali perlu dukungan lintas sektor mengingat peran Pertamina sebagai penyedia,” imbuh Ahad.(*)