BOLASPORT.COM - Pepatah 'ada pelangi setelah hujan' cocok untuk menggambarkan perjalanan Lionel Messi di Piala Dunia.
Lionel Messi sudah mencicipi lima edisi pesta sepak bola sejagat.
Dibutuhkan tangisan dan kesabaran bagi sang superstar timnas Argentina untuk bisa merengkuh gelar juara dunia.
Tahun 2006 menjadi debut Messi di Piala Dunia.
Dilatih Jose Pekerman, Messi membawa negaranya sampai perempat final dengan kontribusi masing-masing satu gol dan assist.
Empat tahun kemudian, dia mentas di panggung yang sama.
Lagi-lagi Messi hanya sanggup mendorong Argentina sampai babak delapan besar.
Pria kelahiran Rosario itu tampil lebih matang dalam Piala Dunia-nya yang ketiga pada 2014.
Bertindak sebagai kapten, Messi berkontribusi empat gol dan satu assist buat mengantarkan timnya ke final.
Dasar apes, perjanan La Pulga harus berakhir dengan duka serta air mata.
Argentina dikalahkan Jerman 0-1 pada partai puncak sehingga Messi gagal angkat trofi.
Gelar pemain terbaik turnamen tak bisa menghapuskan muka masam Messi.
Si Kutu memang membawa pulang kekecewaan dari kompetisi di Brasil.
Namun, Messi menolak menyerah.
Messi kembali mencoba peruntungan dalam Piala Dunia 2018.
Dia baru bisa berkontribusi berupa gol pada pertandingan pemungkas fase grup melawan Nigeria.
Memasuki babak 16 besar, Argentina dipertemukan oleh Prancis.
Messi gacor lewat sumbangan dua assist, tapi harus menyaksikan negaranya disingkirkan oleh raksasa Eropa yang keluar sebagai juara dunia.
Tahun 2022, Messi untuk kali kelima berusaha menggapai titel kampiun Piala Dunia.
Menjadi salah satu favorit juara, Argentina justru dikejutkan oleh kekalahan dari Arab Saudi pada pertandingan pembuka grup.
Wajar jika hasil tersebut membuat Tim Tango dihampiri banyak kritik dan keraguan publik.
Akan tetapi, Messi tak lelah buat terus mendorong Argentina.
Messi membantu Argentina melibas Meksiko (fase grup), Polandia (fase grup), Australia (babak 16 besar), Belanda (perempat final), dan Kroasia (semifinal).
Puncak drama terjadi ketika Argentina bersua Prancis di final.
Bayangkan saja, skor jadi seri 2-2 usai Albiceleste sempat memimpin dua gol.
Kedudukan imbang bertahan sampai 90 menit sehingga harus dilaksanakan babak tambahan.
Dalam extra time, Messi mencetak gol untuk memulihkan keunggulan Argentina.
Namun, gol balasan dari Kylian Mbappe bikin kedudukan kembali seri sekaligus mamaksa diadakan adu penalti.
Argentina akhirnya memenangi adu tos-tosan berkat skor 7-5 dengan Messi sukses nyekor sebagai algojo pertama.
Alhasil, Messi tersenyum di Qatar sambil mengenggam trofi yang sangat diidamkan semua pesepak bola.
Senyuman Messi semakin lebar setelah menerima penghargaan pemain terbaik turnamen melalui torehan tujuh gol plus tiga assist.
Kisah Messi ibarat pepatah 'ada pelangi selepas hujan', yang bermakna bahwa kebahagiaan mengikuti setelah melewati kesedihan.
Dengan percaya kepada Tuhan dan pantang menyerah, dia menggapai titel Piala Dunia.
"Piala itu mengatakan kepada saya, 'Ini dia, datang dan peganglah saya, sekarang Anda bisa menyentuhnya'," kata Messi.
"Saya pernah mengatakannya satu kali, mungkin sebelum Piala Dunia 2014. Saya bilang kalau Tuhan akan memberikan saya Piala Dunia," ucap jebolan La Masia itu.
Messi mengajarkan kita bahwa sifat pantang menyerah adalah komponen penting dalam mengejar mimpi.