3 Tanggul yang Jebol di Mojokerto Diperbaiki, Warga Mojoanyar dan Mojosari Lega
Samsul Arifin March 28, 2026 01:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Upaya perbaikan darurat terhadap tiga tanggul jebol yang memicu banjir di Kecamatan Mojoanyar dan Mojosari terus dikebut. 

Progres perbaikan tanggul rusak di Desa Jumeneng, Mojoanyar dan Desa Modopuro, Mojosari mencapai sekitar 80 persen. 

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman mengatakan, faktor cuaca turut mendukung percepatan pembangunan darurat tersebut. 

Tanggul jebol di Desa Jumeneng mencapai 5 meter, panjang 35 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter.

Akibat kebocoran itu, luapan Sungai Sadar membanjir rumah warga dan areal persawahan di Desa Jumeneng serta Desa Tinggarbuntut.

Baca juga: Hemat BBM, ASN Kota Mojokerto Diminta Berangkat Kerja Naik Sepeda Setiap Jumat

Tanggul Jumeneng Mojoanyar

"Perbaikan darurat tanggul di Desa Jumeneng sudah signifikan karena kondisi cuaca juga mendukung, untuk bagian depan sudah tertutup sehingga luapan Sungai Sadar tidak masuk ke persawahan maupun pemukiman," ujar Rois, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, perbaikan tanggul dilakukan secara kolaborasi antara BBWS Brantas selaku pihak berwenang bersama Pemkab Mojokerto yang mensupport peralatan. 

Baca juga: 3 Tanggul Jebol Picu Banjir di 2 Kecamatan di Mojokerto, BPBD Fokus Penanganan Pasca Bencana

Penanganan darurat menggunakan jumbo bag sebagai solusi tanggul sementara, yang diperkuat trucuk dan gedeg dengan mengerahkan tiga unit alat berat.

Tantangan utama adalah akses jalan yang sulit, namun alat berat telah dikerahkan untuk memperbaiki tanggul. 

"Proses saat ini masih peninggian tanggul kemudian dilanjutkan finishing, progresnya sekitar 80 persen," jelasnya.

Perbaikan 2 Tanggul Jebol di Mojosari

Perbaikan tanggul di Mojosari juga terus dipercepat, untuk penanggulangan pasca bencana banjir.

Tanggul Modopuro ambrol dengan panjang 25 meter dan sekitar kedalaman 2,5 meter.

Pengerjaan peninggian tanggul darurat di aliran Sungai Sumber Glogok di Desa Modopuro hampir selesai.

"Tinggi permukaan air sudah aman untuk proses peninggian tanggul," bebernya.

Rois menjelaskan, penanganan tanggul darurat di Desa Kebondalem terkendala tidak ada akses jalan untuk alat berat sehingga pekerjaan dilakukan secara manual yang memerlukan waktu cukup lama.

Posisi tanggul jebol di sisi timur seberang sungai menyulitkan akses, sehingga petugas harus melewati sungai untuk mencapai lokasi. Aliran sungai kedalaman sekitar 2 meter.

"Kesulitan utama adalah posisi tanggul di seberang sungai dengan aliran yang masih tinggi, sehingga pengerjaan harus dilakukan Full manual tanpa alat berat," bebernya.

Rois menambahkan, perbaikan tanggul Kebondalem dapat optimal menunggu sungai sedikit surut untuk pemasangan Sanbag, penguatan hingga peninggian tanggul.

Drooping material sudah dipersiapkan di dekat lokasi.

"Begitu sungai surut dapat optimal dikerjakan perbaikan tanggul. Mudah-mudahan cuaca tidak hujan sehingga dapat mempercepat penanganan," tukasnya. 

Sebelumya,Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengkonfirmasi, penyebab banjir akibat 3 tanggul jebol  menyebabkan aliran sungai meluap membanjiri ratusan rumah warga di desa.  

Banjir melanda 4 desa yang pertama di Desa Jumeneng Mojoanyar, kondisinya sudah surut total di Dusun BalongCangkring dan Kuripan. 

Penanggulangan banjir sangat bergantung dari kecepatan penanganan tanggul darurat dan pintu DAM Tinggarbuntut, seperti kecepatan dalam membuka pintu air maupun membersihkan sampah yang berpotensi menyumbat aliran sungai.

"Tanggul jebol penyebab banjir masih dalam proses penanganan darurat, oleh Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto dan BBWS Brantas," ucap Kalaksa Rinaldi. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.