Dua orang pendaki dilaporkan hilang di gunung Dako yang berada di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng) usai ditinggal temannya ke puncak.
Pendaki bernama Moh Agil (21) dan Moh Rifal (18) itu dilaporkan hilang di Gunung Dako pada Senin (23/3) sore. Tim SAR gabungan langsung turun melakukan pencarian terhadap kedua korban.
"Kedua korban selanjutnya dilaporkan ke Unit Siaga SAR Tolitoli," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal dalam pernyataannya, Selasa (24/3).
Rizal menjelaskan, kedua korban mendaki bersama rekannya pada Senin (23/3) sekitar pukul 11.00 Wita. Saat tiba di pos 3, kedua korban sempat berhenti untuk beristirahat.
"Kedua korban berhenti di pos 3 dengan alasan kelelahan dan dua orang temannya melanjutkan perjalanan ke puncak gunung," tuturnya.
Bukannya menemani korban, namun rekan korban malah memilih melanjutkan perjalanan untuk menuju ke puncak gunung Dako. Akibatnya, dua pendaki itu hilang di gunung yang berada di desa Lakatan, kecamatan Galang itu.
Kedua rekan korban kemudian kembali dari puncak gunung menuju pos 3 pada pukul 13.00 Wita. Saat tiba di lokasi, kedua korban sudah tidak ditemukan.
"Kedua teman korban kembali dari puncak ke pos 3 tempat kedua korban beristirahat, didapati kedua korban sudah tidak ada," papar Rizal.
Rekan korban sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP). Namun korban tidak diketahui keberadaannya.
Korban Ditemukan Selamat
Dua orang pendaki yang dilaporkan hilang itu akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka dilaporkan tersesat setelah berjalan semalaman menyusuri aliran sungai untuk mencari jalan keluar dari kawasan hutan.
"Mereka ditemukan oleh petani dalam kondisi lemas akibat kelelahan dan kehabisan perbekalan," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Muh. Rizal dalam pernyataannya, Rabu (25/3).
Keduanya ditemukan Rabu (25/3) sekitar pukul 13.50 Wita. Saat itu, keduanya berteriak meminta pertolongan dan didengar oleh seorang petani yang kemudian mendatangi lokasi dan menemukan kedua pendaki dalam kondisi lemas.
"Keduanya kemudian dibawa ke rumah warga untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum dievakuasi untuk penanganan medis lebih lanjut," terangnya.
Dengan ditemukannya dua pendaki ini, operasi SAR secara resmi ditutup.





