TRIBUNNEWS.COM, BOGOR- Seorang pengendara motor tewas akibat kecelakaan lalu lintas di jalur Puncak Bogor tepatnya di wilayah Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat (27/3/2026) pukul 14.38 WIB.
Korban diketahui berinisial MMAZ (15). Sedangkan penumpangnya, mengalami luka berat dan di larikan ke rumah sakit yakni remaja laki-laki berinisial ADA (14).
"Kejadian di Turunan Lengser depan Resto Plataran. Kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua," kata Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, Jumat (27/3/2026).
Kecelakaan lalu lintas bermula saat korban yang berboncengan melaju dari arah Puncak menuju Gadog menggunakan sepeda motor Honda Beat warna merah hitam berpelat nomor F 4635 WAW.
Setibanya di lokasi kejadian, korban terhantam oleh kendaraan sepeda motor Yamaha Fino warna abu bernomor polisi F 6474 XY yang bergerak dari arah Gadog menuju Puncak.
"Pada saat di tempat kejadian perkara, (korban) terjatuh dan tergelincir ke kanan jalan, pada saat bersamaan pengendara tertabrak oleh Yamaha Fino yang bergerak dari arah berlawanan," katanya.
Kecelakaan Arus Mudik dan Balik Lebaran Turun
Selama periode Lebaran 2026, kasus kecelakaan dan korban meninggal akibat insiden lalu lintas tercatat menurun, dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal tersebut menunjukkan perbaikan keselamatan di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
Menurut Direktur Utama (Dirut) Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, jumlah kasus kecelakaan di Tanah Air turun 5,3 persen.
Pun dengan jumlah korban jiwa yang disebabkan karena kecelakaan berkurang selama periode Lebaran 2026.
"Kami Jasa Raharga melaporkan, hingga kemarin, jumlah kecelakaan secara nasional, peristiwanya turun 5,3 persen dan jumlah korban meninggal atau fatalitasnya turun 30,4 persen," ucap Awaluddin dalam keterangan pers, Jumat (27/3/2026).
Baca juga: Catatan Operasi Ketupat 2026, Strategi Rekayasa Lalin Polri Tekan Fatalitas Kecelakaan Pemudik
Dengan demikian, sejumlah kebijakan yang dilakukan para stakeholder pun menunjukkan hal positif.
"Ini menunjukkan, manajemen rekayasa lalu lintas yang dipersiapkan stakeholder cukup efektif. Seperti one way nasional, one way sepenggal (dan lainnya)," imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Agus menyampaikan, jumlah kecelakaan dalam rangka operasi ketupat mengalami penurunan fatalitas korban yakni sebanyak 30,4 persen.
"Untuk fatasilitas korban atau peristiwa kecelakaan yang meninggal dunia ini, ada penurunan 30,4 persen."
"Peristiwa kecelakaan selama operasi ketupat lebaran ada penurunan 5,3 persen," terang Kakorlantas.
Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada arus lalu lintas, juga mencakup pengamanan tempat ibadah, destinasi wisata, jalur transportasi, hingga simpul-simpul pergerakan masyarakat lainnya.