Badan Malah 'Lebar-an' usai Lebaran? Dokter Bicara Pemicunya
GH News March 28, 2026 07:08 AM
Jakarta -

Lebaran identik dengan momen silaturahmi dan hidangan lezat yang menggoda selera. Tak heran jika setelahnya banyak orang mengalami kenaikan berat badan, fenomena yang kerap disebut 'Lebaran jadi lebar-an'.

Apa penyebabnya dan bagaimana cara menyiasatinya agar tubuh tetap sehat setelah Lebaran?

Menjawab hal itu, spesialis kedokteran olahraga dr Listya Tresnanti Mirtha, SpKO(K), menjelaskan penambahan kalori sekitar 7.000-7.700 itu berkontribusi dalam setiap 1 kg kenaikan berat badan. Jika kenaikan itu terjadi cuma setahun saja, sebenarnya tidak masalah.

"Yang bermasalah itu adalah setiap tahun itu kan Lebaran ya, jadi belum sempat kembali ke berat badan awal, bertemu lagi tahun depan, kejadiannya begini lagi," terangnya dalam acara detikPagi, Rabu (25/3/2026).

"Nah itu yang sebetulnya berpotensi mengalami masalah metabolik," sambung dia.

Wanita yang akrab disapa dr Tata itu mengungkapkan fenomena berat badan yang bertambah setelah Lebaran, karena seseorang yang berpuasa belum sempat kembali ke aktivitas atau rutinitas awal. Semuanya terjadi secara mendadak, saat Lebaran mendadak makan dan belum sempat membakar kalori tersebut.

Meski begitu, dr Tata mengatakan penambahan berat badan selama Lebaran atau musim liburan itu biasanya tidak selalu karena makanan. Terkadang retensi cairan juga bisa ikut andil, seperti minum dan sebagainya.

"Jadi, belum kembali ke aktivitas awal, baik itu aktivitas maupun makannya. Apalagi ketika Lebaran kita berhadapan dengan sesuatu yang manis-manis dan enak-enak," pungkas dr Tata.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.