Jogetannya Viral hingga Berujung Penutupan SPPG Miliknya, Hendrik Irawan: Pembelajaran Bagi Saya
Listusista Anggeng Rasmi March 28, 2026 08:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Hendrik Irawan sempat viral di media sosial lantaran video dirinya berjoget dan pamer pendapatan.

Kini ia buka suara soal video yang dibuatnya hingga berujung pada penghentian sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) miliknya.

Hendrik menegaskan, video joget itu adalah rekaman lama.

Ia juga mengatakan video tersebut tidak berkaitan dengan pendapatan dari program MBG seperti yang ramai dinarasikan di media sosial. 

Menurutnya ada pihak yang menggabungkan video dengan narasi berbeda sehingga menimbulkan kesalahpahaman di publik. 

“Video itu sebenarnya tidak ada kaitannya dengan soal pendapatan.

Ada pihak yang menggabungkan narasi berbeda sehingga seolah-olah berhubungan,” kata Hendrik saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026). 

Baca juga: Dari Joget Penuh Gaya ke Penyesalan, Hendrik Kena Sanksi: SPPG Disuspend Buntut Pamer Rp6 Juta!

HENDRIK IRAWAN MBG - Hendrik Irawan mengaku menggelontorkan uang Rp 3,5 miliar untuk membangun SPPG, belum balik modal meski kantongi Rp 6 juta sehari.
HENDRIK IRAWAN MBG - Hendrik Irawan mengaku menggelontorkan uang Rp 3,5 miliar untuk membangun SPPG, belum balik modal meski kantongi Rp 6 juta sehari. ((Ist)/TikTok/@mitrapangaubanbatujajar)

Hendrik menjelaskan, video tersebut dibuat dalam suasana santai saat tidak ada aktivitas kerja di dapur SPPG. 

Video itu juga merupakan rekaman sekitar 5 bulan lalu yang kembali beredar dan kemudian viral di media sosial. 

Menurut Hendrik, dirinya sempat terpancing emosi dan melaporkan akun penyebar video ke pihak kepolisian. 

Namun, laporan tersebut akhirnya tidak dilanjutkan setelah dipertimbangkan kembali. 

“Laporannya tidak diteruskan. Saya juga kaget karena itu video lama, sekitar lima bulan lalu, tapi tiba-tiba viral,” jelas Hendrik.

Hendrik juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Hendrik mengakui konten yang dibuatnya telah menimbulkan polemik di ruang publik. 

“Saya mohon maaf kepada netizen. Silakan jika ada yang kecewa atau marah, saya memahami. Ini jadi pelajaran bagi saya,” ucapnya. 

Akui Tak Punya Instalasi IPAL

Penutupan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Hendrik Irawan disebabkan karena tidak adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). 

Temuan itu terbongkar setelah BGN melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur MBG milik Hendrik. 

Atas adanya pelanggaran tersebut, BGN menjatuhkan sanksi berupa penangguhan atau suspen terhadap operasional dapur SPPG milik Hendrik Irawan. 

VIRAL DI MEDSOS: Pemilik dapur SPPG Hendrik Irawan bereaksi usai dikritik pedas Lita Gading soal MBG. Hendrik pun mengaku siap diaudit usai pamer dapat Rp6 juta. (TribunBogor)

Baca juga: Pamer Rp6 Juta Sehari, Hendrik Irawan Minta Maaf, Klaim Bangun SPPG Belum Balik Modal: Uang Sendiri

“Betul, kemarin kami disidak BGN dan untuk sementara operasional dapur dihentikan. Saya menerima keputusan itu, termasuk semua hujatan dari netizen,” kata Hendrik saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026). 

Hendrik mengakui, dapur miliknya beluk memasang instalasi pengolahan limbah sebagaimana arahan dari petunjuk teknis.

Dengan demikian, Hendrik menerima konsekuensi sanksi yang diterapkan BGN dengan tidak dulu beroperasi selama IPAL belum terpasang. 

“Memang kami akui IPAL belum ada. Mulai besok kami akan benahi secepat mungkin. Ini jadi tanggung jawab kami untuk memperbaiki, baik dari sisi manajemen, menu, hingga kebersihan dapur,” jelas Hendrik.

Saat ini, Hendrik tengah berupaya memenuhi tuntutan BGN untuk menyiapkan IPAL untuk mengolah limbah dapur MBG agar tidak mencemari lingkungan. 

Pembangunan IPAL ini ditargetkan rampung secepatnya dan dapur ditargetkan kembali ngebul pada 31 maret mendatang. 

Dapur milik Hendrik yang sudah beroperasi diketahui menyuplai sekitar 9.000 makanan untuk para penerima manfaat di sekitar Batujajar saban hari. 

“Anak-anak sebenarnya sudah sangat menunggu, tapi karena ada sidak kemarin, penyaluran harus dihentikan dulu. Kami akan percepat perbaikan supaya mereka bisa kembali menerima manfaat program ini,” sebutnya. 

Sebelumnya, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi mengatakan, BGN menemukan adanya pelanggaran lingkungan yang dilakukan oleh mitra tersebut lantaran tidak mengindahkan aturan pengelolaan limbah dapur SPPG. 

Atas temuan itu, BGN melakukan sanksi atas pelanggaran lingkungan tersebut dengan melakukan suspended atau penangguhan operasional dapur SPPG. 

“Terkait disuspended, dari hasil inspeksi yang dilakukan oleh direktur tawas, diketahui bahwa IPALnya belum memadai. Maka diambil keputusan untuk disuspen,” ungkap Ramzi. 

“Jadi joget-joget itu hanya asas moral, dari situ BGN ingin memaatikan bagaimana kondisi di dapur dan benar saja ada temuan terkait IPAL yang tidak memadai,” imbuhnya. 

Penutupan operasional dapur SPPG ini akan berlangsung selama mitra MBG menindaklanjuti atas temuan pelanggaran lingkungan berupa penyelesaian IPAL di dapur SPPG tersebut. 

“Kalau terkait dengan IPAL, biasanya sepanjang IPALnya belum terselesaikan biasanya belum dicabut. Untuk mencabu suspen, biasanya ada permohonan dari mitra dengan bukti-bukti bahwa hasil temuan itu sudah ditindaklanjuti,” tandasnya.

(Tribunnewsmaker.com/ TribunJakarta)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.