TRIBUNTRENDS.COM - Fenomena tak biasa terlihat terjadi di langit kota Tel Aviv, Israel pada Selasa (24/3/2026).
Ribuan burung gagak yang entah berasal dari mana mendadak terbang memenuhi cakrawala kota Tel Aviv.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan kawanan burung gagak terbang berputar-putar di atas gedung-gedung tinggi dan keramaian warga yang tengah beraktivitas.
Orang-orang yang sedang lalu lalang tampak keheranan dan memandangi kawanan burung gagak itu dengan tatapan ngeri.
Belum diketahui pasti penyebab fenomena ini, namun netizen langsung mengaitkannya dengan perang Iran.
"Ribuan burung ini memenuhi cakrawala kota, melayang dan berputar-putar di atas gedung-gedung. Video yang menunjukkan kawanan gagak tersebut menjadi viral saat orang-orang menyaksikan pemandangan itu dengan ngeri, bertanya-tanya apakah itu bisa berarti sesuatu di tengah perang Iran yang sedang berlangsung dan krisis Timur Tengah," tulis laporan WN, dikutip Jumat (27/3/2026) mengulas peristiwa tersebut.
Baca juga: Isi Surat Israel saat Ngadu ke UNICEF Soal Rudal Iran Tewaskan Anak-anak, Gaza Lebih Dulu Mengalami
Sejumlah netizen meyakini kehadiran kawanan burung gagak ini sebagai pertanda akan malapetaka.
"Pemandangan itu tidak biasa karena gagak-gagak itu tampak membentuk awan hitam. Warga menyaksikan burung-burung itu karena jumlahnya yang sangat banyak membuat mereka tercengang," kata laporan tersebut.
Di media sosial, orang-orang menyebut pemandangan mengerikan itu sebagai "pertanda malapetaka", seperti yang ditulis seorang pengguna di X, "itu sering diikuti oleh bencana total".
"Yang lain mengaitkannya dengan nubuat Alkitab dan mengutip sebuah ayat dari Kitab Wahyu 19:17 dalam Alkitab. Mereka mengklaim ayat itu menggambarkan "malaikat yang berdiri di matahari, berseru kepada burung-burung yang terbang di udara untuk berkumpul untuk perjamuan besar Allah"," tulis WN.
Sementara itu, para ahli mencatat bahwa hal itu bukanlah sesuatu yang luar biasa karena cakrawala di atas Tel Aviv merupakan bagian dari "jalur migrasi burung tersibuk di dunia".
"Mereka mengatakan bahwa burung gagak tersebut hanya sedang melakukan migrasi musiman rutin," kata ulasan WN.
Selama migrasi musim semi, hampir 500 juta burung melewati Israel, dan burung gagak sering berkumpul di daerah perkotaan untuk musim bersarang.
Palestina yang diduduki Israel umumnya menjadi satu di antara titik pergerakan burung gagak, dan ribuan di antaranya terlihat meninggalkan daerah perkotaan seperti Tel Aviv sekitar bulan Maret.
"Pergerakan burung ini dipengaruhi perubahan perilaku musiman, faktor lingkungan, atau gangguan, seperti yang dilaporkan oleh The Daily Mail.
Baca juga: 3 Syarat Kapal Non-Musuh Boleh Lewati Selat Hormuz, Iran: Kapal Amerika dan Israel Haram Lewat
Meski ada penjelasan ilmiah dari para pakar, para pengguna media sosial bersikeras bahwa burung gagak adalah pertanda buruk, terlebih terjadi di tengah perang Iran.
"Meskipun ada alasan logis di balik kejadian tersebut, orang-orang tetap menganggapnya sebagai pertanda buruk, terutama karena situasi geopolitik saat ini di Timur Tengah,".
"Hal itu masih dianggap serius di Inggris, dan orang Romawi akan menghentikan seluruh peperangan karena pertanda ini," tulis seorang pengguna.
Perlu dicatat, menurut teks-teks kuno, orang Romawi mengamati pola terbang dan kicauan burung dan menafsirkannya sebagai pesan dari para dewa yang dapat menentukan nasib suatu perang.
Krisis Iran semakin memburuk setelah rezim tersebut menolak rencana perdamaian Donald Trump.
Presiden AS telah memerintahkan pengerahan lebih dari 1.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah, yang akan bergabung dengan Marinir yang sedang dalam perjalanan dengan kapal USS Tripoli. (Tribun Trends/Tribunnews)