BREAKING NEWS: Hujan Es Guyur Beberapa Wilayah Wonosobo
M Syofri Kurniawan March 28, 2026 02:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Sejumlah video yang direkam warga memperlihatkan fenomena hujan es yang disebut terjadi di wilayah Wonosobo, beredar luas di media sosial pada Sabtu (28/3/2026).

Dalam rekaman tersebut, tampak butiran es berukuran cukup besar jatuh bersamaan dengan hujan deras

Es yang berjatuhan menimbulkan suara keras saat jatuh di atap rumah warga.

Baca juga: 45 Balon Siap Mengudara di Puncak Festival Mudik Wonosobo, Lonjakan Massa dan Sampah Diantisipasi

Dari video yang beredar, terdengar jelas bunyi gemuruh butiran es yang menghantam atap seng.

Pada rekaman lain, butiran es juga terlihat berserakan di halaman rumah warga, menunjukkan intensitas hujan es yang cukup tinggi.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Wonosobo, Sabarno, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Ia menyebut fenomena hujan es terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Wonosobo pada hari ini, Sabtu (28/3/2026).

“Berdasarkan laporan dari beberapa relawan untuk kawasan Kejajar hingga Dieng, memang benar terjadi hujan lebat yang disertai petir dan butiran es,” ujar Sabarno.

Ia menjelaskan, selain di kawasan dataran tinggi Dieng, hujan es juga dilaporkan terjadi di wilayah lain seperti Reco, Kecamatan Kertek, serta beberapa wilayah sekitarnya.

Tim TRC BPBD Wonosobo hingga saat ini masih terus melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak.

“Untuk wilayah Kertek, dari pantauan kami di kawasan lereng Gunung Sindoro, meliputi Candiyasan, Damarkasiyan, Tlogomulyo atau Bedakah, Kapencar, hingga Reco, dilaporkan mengalami hujan disertai butiran es,” jelasnya.

Sementara itu, di wilayah Kejajar, fenomena serupa juga terjadi mulai dari Tambi hingga kawasan Dieng.

Hujan deras yang disertai butiran es tersebut dilaporkan berlangsung dalam rentang waktu yang relatif singkat.

“Laporan awal dari tim masuk sekitar pukul 11.50 hingga 12.15 WIB.

Untuk kawasan Reco, hujan es juga baru saja usai, namun saat ini masih terjadi hujan dengan intensitas sedang,” tambah Sabarno.

BPBD Wonosobo memastikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca serta kondisi di lapangan guna mengantisipasi dampak lanjutan yang mungkin terjadi.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan dari BMKG, hujan di wilayah tersebut masih berpotensi berlangsung hingga sekitar pukul 14.30 WIB.

Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin, petir, dan butiran es tersebut.

Namun, terdapat laporan di wilayah Kecamatan Garung, tepatnya di ruas jalan provinsi di kawasan Desa Jengkol, terjadi luapan saluran air hingga ke badan jalan.

Luapan tersebut diduga terjadi karena saluran air tidak mampu menampung derasnya aliran air hujan, sehingga meluber ke jalan raya dan sempat mengganggu aktivitas pengguna jalan

Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat yang disertai angin kencang, petir, maupun hujan es, terutama di wilayah dataran tinggi dan lereng pegunungan. (ima)

Baca juga: Dari Artefak Kuno hingga Warisan Budaya, Museum Daerah Wonosobo Jadi Ruang Edukasi Baru

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.