TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang pengendara mobil pelat D asal Bandung, Arip Hidayat, menjadi korban pemalakan di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Peristiwa tersebut viral setelah video tersebut diunggah melalui akun Instagram Warung Jurnalis.
Arip mengungkapkan, insiden itu berawal saat dirinya sedang menepi di pinggir jalan untuk membuka aplikasi penunjuk arah (Gmaps).
Menurutnya, ketiga pria itu langsung mempermasalahkan pelat nomor kendaraannya yang berasal dari luar Jakarta.
"Mereka mempermasalahkan pelat mobil kami yang luar Jakarta, lalu meminta uang lewat," katanya
Tak hanya itu, pelaku juga merampas kartu e-money yang berada di dashboard mobil korban.
"Mereka meminta uang dan merampas e-money yang ada di dashboard," kata Arip.
Saat mencoba mengambil kembali barang miliknya, Arip justru mendapat ancaman dari para pelaku.
"Ketika saya coba ambil lagi e-money saya, mereka ngancam mau mukulin," ungkapnya.
Para pelaku berdalih pungutan tersebut sebagai 'uang wilayah' yang harus dibayar.
"Katanya sih uang kawal, harus bayar sama yang punya wilayah," lanjutnya.
Arip menambahkan, saat kejadian dirinya baru saja pulang mudik dari Pandeglang dan hendak kembali ke Bandung.
"Saya kebetulan abis mudik dari Pandeglang pulangnya mampir dulu, nah pas mau ke Bandung saya set maps dulu, tahu-tahu disamperin sama mereka dan ujug-ujug minta uang," katanya.
Arip mengatakan ketiga pelaku tersebut berusia sekitar 30 - 40 tahun.
Ia pun merekam insiden tersebut sebagai bentuk bukti sekaligus agar mendapat perhatian publik.
"Minimal saya videokan biar ada sanksi sosial dengan viralnya kejadian ini," tuturnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kasus tersebut.
Namun, peristiwa ini kembali memicu kekhawatiran publik terhadap aksi premanisme di jalanan ibu kota.