TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta akhirnya memasukkan perbaikan zebra cross di Jalan Soepomo, Pancoran, Jakarta Selatan sebagai prioritas pada 2026.
Kebijakan dibuat setelah keberadaan zebra cross setengah yang ada di wilayah itu viral di media sosial hingga menuai kritik warganet.
Padahal, fasilitas penyeberangan tersebut diketahui telah hilang dan dibiarkan berbulan-bulan sejak proyek pengaspalan jalan.
Kondisi zebra cross yang tak kunjung dikembalikan membuat warga berinisiatif mengecat sendiri marka penyeberangan di lokasi tersebut.
Aksi itu kemudian viral dan memicu respons dari Pemprov DKI Jakarta.
Dinas Bina Marga mengakui bahwa zebra cross sebelumnya memang tertutup akibat pekerjaan pemeliharaan jalan dan peningkatan trotoar pada akhir 2025.
“Sehubungan dengan belum tersedianya fasilitas zebra cross di lokasi tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinar Wenny saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, pemasangan ulang marka jalan tidak bisa dilakukan secara instan setelah pengaspalan.
Material marka membutuhkan waktu agar permukaan jalan benar-benar kering supaya bisa melekat dengan optimal.
“Perlu diketahui, pemasangan kembali marka jalan tidak dapat dilakukan secara langsung setelah pengaspalan, karena material marka thermoplastic memerlukan kondisi permukaan jalan yang telah melalui masa pengeringan optimal,” ujarnya.
Setelah ramai diperbincangkan, lokasi zebra cross tersebut kini ditetapkan sebagai prioritas pemeliharaan marka jalan pada 2026.
Dinas Bina Marga memastikan perbaikan akan segera dilakukan dalam waktu dekat dengan standar teknis yang berlaku.
“Sebagai tindak lanjut, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan lokasi tersebut sebagai prioritas dalam rencana pemeliharaan marka jalan Tahun 2026,” kata Siti.
Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuat marka jalan secara mandiri demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan menghindari potensi gangguan lalu lintas.
Baca juga: Zebra Cross Buatan Warga di Pancoran Akan Dibongkar, Dinas Bina Marga: Harus Sesuai Standar
Baca juga: Dinas Bina Marga Minta Maaf soal Zebra Cross Setengah di Jaksel, Pemasangan Ulang Segera Dilakukan
Baca juga: Tragedi Horor di Turunan Jalur Puncak Bogor: Remaja 15 Tahun Tewas, Penumpang Luka Berat