Makassar (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menengarai banyak anak yang memiliki teman di sekolah tapi justru tidak mempunyai teman di lingkungan tempat tinggal karena kecanduan bermain gawai.
"Saya menengarai sekarang banyak anak sekolah yang punya teman sekelas, tapi tidak punya teman di sekitar rumah. Jadi di sekolah punya teman, tapi di lingkungan tempat tinggalnya tidak punya teman karena tidak bergaul," ujarnya saat menghadiri Syawalan Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu.
Melihat kondisi atau fenomena tersebut pihaknya mendorong diberlakukannya pembatasan penggunaan gawai bagi anak-anak.
"Kita ingin anak-anak kita lebih banyak berinteraksi dengan teman sebaya, agar fenomena yang sekarang saya tengarai itu tidak terus terjadi," ujarnya.
Mendikdasmen mengaku kini fokus memperkuat perlindungan terhadap anak di ranah digital sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tunggu Anak Siap (PP Tunas).
Pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi PP Tunas melalui penguatan regulasi di lingkungan satuan pendidikan, yang salah satunya ialah melalui penerbitan Peraturan Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman.
"Inilah program yang kami harapkan dapat menyukseskan program Pak Presiden, membangun generasi yang kuat, generasi yang hebat, dengan berbagai aktivitas yang positif," ujarnya.





