Kisah Fifi Lima Kali Lebaran Manfaatkan Program Mudik dan Balik Gratis, Hemat Biaya
rival al manaf March 28, 2026 01:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Program mudik dan balik gratis menjadi andalan warga yang ingin pulang kampung dan atau balik lagi ke tanah rantau dengan aman, nyaman dan hemat.

Seperti yang dirasakan Fifi (35), warga Ajibarang, Kabupaten Banyumas, yang mengaku sudah lima tahun berturut-turut memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Setiap tahun ikut mudik gratis, sangat membantu.

Jadi bisa hemat biaya, apalagi mudik dan balik tanpa keluar uang.

Baca juga: Detik-detik Jambret iPhone di Pati Ditangkap Warga, Pelarian Berakhir di Gang Buntu

Baca juga: Wagub Jateng Taj Yaasin Upayakan Percepatan Pembangunan Huntara saat Tinjau Tanah Bergerak di Brebes

Lebih aman juga karena tidak perlu naik motor," ujar Fifi saat ditemui tribunjateng.com, di Terminal Bulupitu Purwokerto, Sabtu (28/3/2026).

Fifi yang merantau sejak 2012 itu berangkat menuju Tangerang bersama suami dan dua anaknya.

Ia mengaku pernah mengikuti berbagai program mudik gratis, mulai dari bantuan BUMN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta hingga Polri.

Hal senada disampaikan Mardiyati, warga Purbalingga yang juga rutin mengikuti mudik gratis setiap tahun.

Ia menilai fasilitas yang diberikan semakin baik, namun berharap jumlah armada dapat ditambah.

"Fasilitasnya bagus tiap tahun, tapi peminatnya banyak sekali.

Banyak yang belum kebagian karena kuota terbatas.

Harapannya armada bisa ditambah," katanya.

Mardiyati diketahui akan menuju Bekasi bersama keluarganya.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya program mudik dan balik gratis tahun ini.

Ia menyebut total sebanyak 1.040 pemudik diberangkatkan dari Terminal Bulupitu.

"Alhamdulillah hari ini diberangkatkan dari Terminal Bulupitu.

Ada beberapa kabupaten lain juga yang ikut serta," ujarnya.

Untuk Kabupaten Banyumas sendiri, disiapkan enam armada bus.

Rinciannya, dua bus berasal dari pemerintah kabupaten dan empat bus dari program CSR, yakni dua bus dari PDAM, satu bus dari Bank Jateng, dan satu bus dari Baznas.

Sadewo mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini.

Bahkan, kata dia, banyak warga yang berharap program mudik gratis bisa digelar lebih sering.

"Tadi bahkan ada yang bilang pengennya mudik itu setahun bisa 12 kali, anggarannya tidak ada," ujarnya sambil tersenyum.

Menurutnya, keberadaan bus mudik gratis tidak hanya membantu masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga berdampak pada pengurangan kepadatan lalu lintas saat arus mudik.

"Selain gratis, ini juga membuat perjalanan lebih aman dan nyaman serta bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalan," jelasnya.

Ia menambahkan, program mudik gratis tidak hanya difasilitasi oleh pemerintah kabupaten, tetapi juga didukung oleh pemerintah provinsi yang bahkan menyediakan moda transportasi kereta api.

Ke depan, Sadewo berharap jumlah armada mudik gratis dapat terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat yang terfasilitasi.

Berdasarkan data, total terdapat 21 bus yang diberangkatkan dari Terminal Bulupitu Purwokerto.

Jumlah tersebut terdiri dari enam bus dari Banyumas, lima bus dari Cilacap, satu bus dari Purbalingga, satu bus dari Banjarnegara, satu bus dari Kebumen, serta tujuh bus dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (jti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.