Tribunlampung.co.id, Magelang - Bentuk rasa syukur dan terima kasih selamat dari kecelakaan tragis, Bos Rokok HS Suryo mengumumkan akan memberangkatkan 150 karyawan untuk menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci pada tahun ini.
Program ini merupakan agenda rutin perusahaan, namun jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan sebelumnya.
Suasana haru menyelimuti sebuah pabrik rokok di Magelang pada Jumat (27/3/2027), saat sang pemilik kembali muncul di hadapan ribuan karyawan setelah selamat dari kecelakaan tragis yang sempat membuatnya kritis.
Kehadiran pengusaha tersebut bukan hanya menjadi momen penuh emosi, tetapi juga membawa kabar menggembirakan bagi para pekerjanya.
Pemilik pabrik rokok HS, Muhammad Suryo, hadir langsung di tengah karyawan setelah melewati masa pemulihan pascakecelakaan maut yang terjadi beberapa waktu lalu.
Baca Juga Bos Rokok HS Ucap Maaf ke Pengendara Jupiter yang Ditabraknya, Kini Anggap Saudara
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada para pekerja yang selama ini memberikan doa dan dukungan.
"Ini bentuk syukur saya dan terima kasih atas doa serta dukungan panjenengan semua. Kalian adalah penyemangat yang membuat saya tegar menghadapi cobaan ini," ujar Suryo dengan suara bergetar.
Ia juga memohon doa agar almarhumah istrinya mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
Momen tersebut disambut penuh haru oleh para karyawan.
Tangis bahagia pecah, terutama dari kalangan ibu-ibu yang merasa bersyukur melihat kondisi sang pemilik yang kini telah pulih.
Sebelumnya, Suryo mengalami kecelakaan tragis saat mengendarai motor gede di wilayah Kulon Progo pada Minggu (1/3/2026).
Insiden itu membuatnya dalam kondisi kritis dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Dalam peristiwa itu, istrinya, Anis Syarifah, meninggal dunia.
Kini, kondisi Suryo berangsur membaik.
Ia pun kembali aktif mengelola usaha sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan karyawan.
Tak hanya memberikan hadiah umroh, Suryo juga memperkuat komitmen inklusivitas di perusahaannya.
Saat ini, terdapat 21 karyawan penyandang disabilitas yang bekerja di pabrik tersebut.
Untuk mendukung kenyamanan mereka, perusahaan menyediakan fasilitas mess atau tempat tinggal khusus, mengingat sebagian berasal dari luar daerah seperti Yogyakarta dan Magelang.
Suryo juga membuka peluang luas bagi penyandang disabilitas dari seluruh Indonesia untuk bergabung tanpa persyaratan rumit.
"Ayo kawan-kawan disabilitas di seluruh Indonesia, bergabung bersama kami.
Semua bisa bekerja di sini tanpa ada syarat apapun," katanya.
Kabar kembalinya sang pemilik disambut penuh syukur oleh para pekerja.
Salah satu karyawan senior, Sundari (63), mengaku sempat terpukul saat mendengar kabar kecelakaan tersebut.
"Alhamdulillah, hari ini Pak Suryo sudah sehat dan kembali bersama kami.
Beliau orang baik yang sangat mementingkan kesejahteraan kami," ungkap Sundari.
Hal serupa disampaikan oleh Tika (35). Ia merasakan langsung manfaat dari kebijakan inklusif yang diterapkan perusahaan.
"Jasa Pak Suryo sangat besar.
Berkat beliau, kami memiliki kesempatan untuk bekerja dan kini bahkan disediakan fasilitas mess," tuturnya.
Sumber: TribunJateng.com