Semarak Lebaran Topat di Makam Bintaro, Anak Muda dan Masyarakat Kolaborasi Ciptakan Nuansa Baru
Idham Khalid March 28, 2026 01:20 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Perayaan Lebaran Topat 1447 Hijriah di Makam Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram berlangsung dengan penuh suka cita dan menjadi momentum penguat tali silaturahmi bagi Forkopimda Kota Mataram dan masyarakat setempat, Sabtu (28/3/2026).

Tahun 2026 ini, acara Lebaran Topat mengusung tema “Wadah Satu Sampan”.

Ketua Panitia, Rudi Herlambang, menjelaskan bahwa tema ini diwujudkan melalui kolaborasi kreatif antara pemuda yang bernaung di bawah Karang Taruna dengan masyarakat umum.

“Ini hasil kreasi pemuda dari dekorasi bagaimana membuat terobosan yang lain daripada yang lain. Kreativitas anak muda yang dinaungi Karang Taruna Satu Sampan berkolaborasi menggandeng pemuda dan masyarakat umumnya. Ini bentuk gotong royong masyarakat Ampenan,” ucap Rudi Herlambang saat menjelaskan inovasi dekorasi acara tahun ini.

Di tempat yang sama, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, yang hadir dalam perayaan tersebut, menekankan pentingnya menjaga esensi dari Lebaran Topat agar tidak bergeser meskipun zaman terus berkembang.

Ia mengingatkan bahwa akar dari tradisi ini adalah filosofi pengakuan kesalahan atau “ngaku lepat” dalam istilah bahasa Jawa.

“Saya kira lebaran ketupat kalau dalam bahasa jawanya saya sebut “ngaku lepat”, mengakui kesalahan. Ini momentum bersilaturahmi saling memaafkan sebagaimana Lebaran Ketupat berakar yaitu tempat saling memaafkan dan perayaan ini diprakarsai awal dengan filosofi hakikat pemaknaan yang mendalam,” ujar Mohan.

Ia juga secara khusus meminta para anak muda untuk terus merawat dan menjaga kebiasaan baik ini agar tidak tereliminasi oleh waktu.

Baca juga: Mengenal Lebaran Topat, Simbol Rasa Syukur dan Kerukunan di Tanah Lombok

Selain sebagai perayaan keagamaan, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan kondisi dunia saat ini.

Di tengah konflik global dan krisis energi yang melanda berbagai negara, ia berharap masyarakat tetap tenang dan menjaga situasi agar tetap kondusif.

“Kita lihat fakta di Timur Tengah dan berbagai negara sedang mengalami krisis energi. Namun kita percaya pemerintah melakukan hal yang terbaik bagi rakyat. Dan kita sebagai masyarakat harus mendukung dan mendoakan agar apa yang dilakukan pemerintah berjalan lancar,” tambahnya.

Perayaan lebaran ketupat di Makam Bintaro ini menjadi rangkaian akhir dari kegiatan keagamaan Idulfitri di Kota Mataram sebelum masyarakat kembali menjalankan rutinitas harian mereka secara normal.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.