Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, PALU – Yayasan Hijau untuk Keadilan Indonesia menyoroti serius dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap jenazah pekerja yang meninggal dalam kecelakaan kerja di lingkungan PT Heng Jaya.
Dalam pernyataan resminya, YHKI mengungkap adanya laporan yang menyebut jenazah korban diduga dibungkus menggunakan karung oleh pihak perusahaan usai insiden terjadi.
YHKI menilai, jika informasi tersebut benar, maka tindakan tersebut merupakan bentuk perlakuan yang tidak manusiawi dan merendahkan martabat korban sebagai manusia.
“Tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan perlakuan semacam itu. Jenazah manusia, siapapun dia, berhak diperlakukan dengan hormat dan bermartabat,” tegas YHKI.
Menurut YHKI, perlakuan terhadap jenazah mencerminkan bagaimana perusahaan memandang pekerjanya.
Dugaan pembungkusan menggunakan karung dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap nilai kemanusiaan.
Selain itu, YHKI menegaskan bahwa peristiwa ini tidak bisa dipisahkan dari dugaan kelalaian dalam aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang sebelumnya juga mereka soroti.
Baca juga: YHKI Minta Kasus Kecelakaan Kerja di PT Heng Jaya Diungkap Transparan, Soroti Dugaan Penutupan Fakta
YHKI mendesak agar aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan menyeluruh, tidak hanya terkait penyebab kecelakaan kerja, tetapi juga dugaan perlakuan terhadap jenazah korban.
“Kami meminta agar pihak-pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan tersebut dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” lanjut YHKI.
Lebih jauh, YHKI menekankan bahwa keterbukaan informasi kepada publik menjadi hal penting agar tidak terjadi upaya penutupan fakta.
Kasus ini, menurut YHKI, harus menjadi perhatian serius semua pihak, karena menyangkut tidak hanya keselamatan kerja, tetapi juga penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.(*)