Wonosobo Diguyur Hujan Es Siang Ini, Jalur Provinsi di Garung Sempat Tergenang Luapan Air
Rustam Aji March 28, 2026 03:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO – Sejumlah wilayah di Kabupaten Wonosobo, mulai dari kawasan dataran tinggi Dieng hingga lereng Gunung Sindoro, dilanda fenomena hujan es pada Sabtu (28/3/2026) siang.

Fenomena ini sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial, memperlihatkan butiran es berukuran cukup besar jatuh disertai suara gemuruh di atap rumah.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, mengonfirmasi bahwa hujan lebat yang disertai petir dan butiran es tersebut terjadi di beberapa titik strategis sejak pukul 11.50 hingga 12.15 WIB.

"Berdasarkan laporan relawan, hujan es terpantau di kawasan Kejajar hingga Dieng. Selain itu, wilayah lereng Gunung Sindoro di Kecamatan Kertek, meliputi Desa Reco, Kapencar, hingga Bedakah juga melaporkan hal serupa," ujar Sabarno saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2026).

Dampak Cuaca Ekstrem dan Luapan Air

Meski intensitas hujan es berlangsung relatif singkat, dampak cuaca ekstrem ini mulai memicu gangguan infrastruktur.

Baca juga: Stok Rudal Pencegat Menipis, Israel Terpaksa Jatah Interseptor di Tengah Gempuran Iran

Di Kecamatan Garung, tepatnya di ruas jalan provinsi kawasan Desa Jengkol, aliran air dilaporkan meluap hingga ke badan jalan.

Luapan tersebut diduga terjadi karena saluran drainase tidak mampu menampung debit air hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat.

 Akibatnya, aktivitas pengguna jalan yang melintasi jalur utama Wonosobo-Dieng sempat terganggu oleh genangan air.

Imbauan Waspada Hingga Sore Hari

Hingga saat ini, BPBD Wonosobo melaporkan belum ada kerusakan bangunan yang signifikan akibat hantaman butiran es maupun petir. Namun, tim TRC tetap disiagakan di lapangan untuk memantau titik-titik rawan longsor dan banjir luapan.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Wonosobo masih akan berlangsung hingga pukul 14.30 WIB.

"Kami mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah lereng pegunungan dan dataran tinggi, untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan sambaran petir yang menyertai hujan lebat ini," tegas Sabarno. (ima)

Baca juga: Tinjau Tanah Bergerak di Brebes, Wagub Jateng Taj Yaasin Janji Percepat Pembangunan Huntara

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.