Meriahnya Kupatan di Jember, Puluhan Pegon Diarak 6 Km ke Pantai Watu Ulo
Ndaru Wijayanto March 28, 2026 03:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Masyarakat mengarak 36 Pegon sejauh sepajang enam kilometer di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2026).

Festival ini mereka lakukan setiap tahun dalam merayakan Hari Raya Ketupat usia lebaran Idul Fitri.

Puluhan pegon atau gerobak yang ditarik dua ekor sapi ini berangkat dari Balai Desa Sumberejo Ambulu Jember menuju ke Pantai Watu Ulo mulai pukul 07.00 WIB.

Nampak, masing-masing peserta menghiasi pegon mereka dengan berbagai ornamen, mulai janur kuning hingga selendang.

Pantauan di lapangan, para peserta juga membawa makanan berupa, ketupat, lepet, lontong dan sayur santan yang di nikmati di dalam Pegon selama perjalan menuju Pantai Watu Ulo.

Baca juga: Anggaran Festival Pegon di Jember Dipangkas, Dari Rp 200 Juta Jadi Hanya Rp 7 Juta

Selama kegiatan berlangsung , ribuan warga berbondong bondong memadati pinggir jalan raya untuk melihat dua ekor sapi berlenggak lenggok berjalan kaki sambil menarik pegon menuju Pantai Selatan Jawa tersebut.

Kegiatan itu semakin meriah, ketika sebagain masyarakat menampilkan tarian budaya khas Reog Ponorogo untuk menyabut kedatangan iring iringan rombongan pegon yang tiba di Pantai Watu Ulo. 

Setelah mereka tiba di Watu Ulo, mereka menggelar syukuran dengan membawa bubur sengkolo, segala simbol tulak balak bagi masyarakat sempat.

"Festival Pegon atau arak arak Pegon sudah dilakukan sejak dahulu kala dan sudah menjadi tradisi tahunan masyarakat Ambulu," kata Pelaksana Tugas (Plt) Camat Ambulu Fahrul Asrori.

Menurutnya, peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan para bajingan (pengemudi Pegon) di sekitar Kecamatan Ambulu. Kata dia, arak arak ini menjadi ikon budaya di Kabupaten Jember.

"Tiap tahun festival pegon selalu diselenggarakan dan antusias warga sangat banyak sekali," kata Fahrul.

Fahrul mengungkapkan hadirnya festival pegon di kawasan pantai ini, sangat mendongkrak jumlah wisatawan Kabupaten Jember.

"Apalagi pada 1 Januari 2026 telah di launching pengintegrasian tiket antara Papuma dan Watu Ulo dan murah sekali cuma Rp 12.500," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember Fuad Akhsan mengatakan antusias pengunjung untuk menyaksikan arak-arak Pegon tahun ini lebih membeludak, bahkan sempat terjadi kemacetan.

"Tadi saya juga lewat perjalan kesini (Watu Ulo) cukup padat juga. Artinya sangat tinggi pengunjungnya," tanggapnya.

Politisi Partai PKB ini menilai, arak-arak ini menjadi tradisi masyarakat Jember Selatan sejak puluhan tahun untuk menghormati leluhur. Karena trasportasi tradisional tersebut awalnya digunakan untuk membajak sawah.

"Makanya dalam festival ini juga menampilkan kesenian reog sebagian warisan leluhur. Apalagi setiap tahun jumlah Pegon sudah mulai berkurang," bebernya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.