TERBARU Daftar Nama 6 Diplomat Senior Iran di Lebanon Dibunuh Israel, Taheran Minta PBB Tegas
AbdiTumanggor March 28, 2026 05:27 PM

TRIBUN-MEDAN.COM - Pemerintah Iran menegaskan akan membalas kematian enam diplomatnya di Lebanon atas serangan Israel pada 8 Maret 2026 dan 27 Maret 2026.

Iran mengatakan, pihaknya memiliki hak untuk memberikan respons yang setimpal atas hilangnya nyawa para pejabatnya. Hal itu disampaikan Kemlu Iran pada Sabtu (28/3/2026), dilansir Media Almayadeen.

Teheran juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengambil tindakan tegas dan tidak membiarkan tindakan agresif terhadap misi diplomatik terus berlanjut tanpa konsekuensi.

"Republik Islam Iran mengutuk keras kejahatan keji rezim Zionis Israel yang kejam dalam menyerang kediaman enam diplomat Iran di Lebanon".

Teheran menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan konvensi diplomatik yang menjamin perlindungan bagi pejabat negara di luar negeri. "Bahwa aksi ini merupakan bentuk provokasi berbahaya yang dapat memicu eskalasi konflik lebih luas di kawasan".

Adapun keenam diplomat senior Iran yang dibunuh Israel di Lebanon tersebut yakni:

1. Seyed Mohammad Reza Mousavi, 

2. Alireza Biazar,

3. Majid Hassani Kandsar,

4. Hossein Ahmadlou,

5. Ahmad Rasouli,

6. Amir Moradi

Langgar aturan kekebalan diplomat

Tasnim News mengulas tindakan keji yang dilakukan Israel telah direncanakan dan dilaksanakan sebagai bagian dari tindakan agresif dan kejahatan berkelanjutan. Tindakan Israel itu dinilai  melanggar norma-norma hukum dan kemanusiaan fundamental, termasuk prinsip kekebalan diplomat.

Iran menegaskan, tindakan teroris rezim Zionis dalam membunuh para diplomat Iran adalah contoh nyata terorisme terorganisir dan pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional.

Iran akan menggunakan semua kapasitas hukum dan internasional untuk mengejar kejahatan ini dan meminta pertanggungjawaban rezim Zionis yang haus darah tersebut.

Iran Mengadu ke PBB

Media Almayadeen menulis bahwa Iran juga secara resmi meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk rencana AS-Israel untuk membunuh pejabat senior Iran, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Sayyed Abbas Araghchi. 

AS dan Israel telah melakukan serangkaian pembunuhan terhadap pejabat Iran  sejak dimulainya agresi AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Dalam surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan pada hari Kamis (27/3/2026), Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran Amir Saeid Iravani memperingatkan bahwa laporan media telah mengungkap kerangka kerja operasional yang secara eksplisit menargetkan tokoh-tokoh politik tertinggi Iran. 

Iravani menekankan bahwa dugaan penangguhan rencana tersebut tidak memberikan jaminan apa pun karena "sifat bersyaratnya" menegaskan bahwa "ancaman tersebut tetap nyata, disengaja, dan berkelanjutan."  

Surat itu menyatakan bahwa penyebaran istilah "daftar pembunuhan" adalah "manifestasi lain dari tindakan teroris yang sama " yang memicu perang kriminal dan sejauh ini telah menyebabkan gugurnya lebih dari 3.000 warga sipil.

Iravani selanjutnya mengacu pada perlindungan yang diberikan kepada pejabat setingkat menteri luar negeri berdasarkan hukum internasional kebiasaan, perlindungan yang berulang kali ditegaskan oleh Mahkamah Internasional, dan memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap nyawa mereka "akan merusak fondasi hubungan internasional yang damai."

Rekam jejak pembunuhan

Israel telah melakukan sekitar 2.300 operasi pembunuhan sejak tahun 1948, sebuah rekor yang jauh melampaui negara mana pun di dunia Barat. Sejak dimulainya genosida di Gaza, pembunuhan oleh Israel meningkat secara dramatis, menargetkan puluhan pejabat senior dalam Perlawanan Palestina dan Lebanon.

Dan akhirnya Pemimpin Iran sendiri , yang gugur dalam operasi gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026. Kampanye ini tidak pernah dibatasi oleh perbatasan. 

Operasi di Dubai, Teheran , Beirut, Damaskus, dan ibu kota Eropa telah membuktikan, secara praktis, bahwa pendudukan tersebut tidak mengakui kedaulatan teritorial negara lain. 

Baca juga: Ditekan Pakistan, Israel Akhirnya Hapus Dua Nama Ini dari Daftar Target Operasi Pembunuhan

Baca juga: KENAPA Israel Turuti Permintaan Pakistan Menghapus Menlu dan Ketua Parlemen Iran dari Daftar Target?

Baca juga: TRUMP Berikan Batas Waktu hingga 6 April 2026, Pakistan Minta Dua Pejabat Iran Ini Jangan Dibunuh

(*/Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.