WARTAKOTALIVE.COM -– Langit Timur Tengah berubah menjadi palet warna api disertai ledakan dalam gelombang serangan paling mematikan pekan ini, Jumat (27/3/2026) malam.
Di tengah deru mesin perang, nasib para prajurit dan warga sipil kini berada di ujung tanduk.
Setidaknya 10 anggota militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan terluka parah setelah Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi menjadi sasaran amuk rudal, sementara hujan bom tandan mulai meneror jantung kota Tel Aviv, Israel.
Baca juga: CIA Beberkan Mojtaba Khamenei Gay, Donald Trump: Saya Dapat Suara Luar Biasa dari Kaum Gay
Prahara di Pangkalan Pangeran Sultan
Bagi sepuluh prajurit AS, malam itu bukan lagi soal tugas rutin, melainkan perjuangan antara hidup dan mati.
Seorang pejabat AS mengonfirmasi kepada CNN yang dikutip WartaKotalive.com bahwa pangkalan strategis tersebut dihantam keras.
Fragmen logam panas berupa pecahan peluru merobek pertahanan, melukai dua personel secara serius, sementara yang lainnya mengalami trauma mendalam akibat dentuman yang menggetarkan bumi
Baca juga: Satu Juta Pejuang Iran Siap Bertempur Darat Ciptakan Neraka Bagi AS, Jawaban Tegas Dikirim ke Trump
Tidak hanya personel, sebuah pesawat tanker pengisian bahan bakar—urat nadi operasi udara—dilaporkan hancur.
Kehancurannya meninggalkan kepulan asap hitam yang terlihat jelas dari citra satelit terbaru.
Klaim Berdarah dari Teheran
Dalam "Operasi Janji Sejati 4" gelombang ke-84, mereka mengklaim telah menenggelamkan enam kapal taktis AS di Pelabuhan Al-Shuwaikh menggunakan rudal balistik Qadr 380.
Teheran tanpa ragu menyebut operasi ini telah menewaskan 'sejumlah besar teroris Amerika'.
Sebuah narasi perlawanan yang kontras dengan laporan korban luka dari pihak Washington.
Di Dubai, drone bunuh diri dilaporkan menghantam pusat perkumpulan personel, mengubah kawasan pantai yang biasanya tenang menjadi zona tempur yang mencekam.
Teror Bom Tandan di Langit Tel Aviv
Penderitaan manusia tidak berhenti di barak dan pangkalan militer. Di Israel tengah, saksi mata dan tim CNN melihat pemandangan horor berupa bom tandan yang meledak di langit malam Tel Aviv, lalu menghujani pemukiman dengan sub-munisi mematikan.
"Bangunan runtuh, kaca-kaca toko hancur berserakan," lapor koresponden CNN yang dikutip WartaKotalive.com di lapangan.
Setidaknya satu warga sipil tewas seketika dan empat lainnya terluka saat bom-bom kecil tersebut menyentuh tanah.
Tim penyelamat kini berpacu dengan waktu di antara puing-puing Givatayim, mencari sisa-sisa kehidupan di tengah ancaman rudal susulan yang masih menghantui.
Dunia kini menyaksikan di balik angka-angka korban dan kecanggihan rudal, ada jeritan keluarga yang menunggu kabar dan warga sipil yang hanya bisa meringkuk di ruang bawah tanah.
Mereka semuanya berharap bahwa matahari esok masih milik mereka.