TRIBUNNEWS.COM - Pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026 menjadi titik penting di era kepelatihan John Herdman.
Herdman setidaknya bisa mengawali langkahnya sebagai pelatih Timnas Indonesia dengan memberikan kemenangan telak kepada Garuda.
Sebagaimana diketahui, pada pertandingan yang digelar Jumat (27/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu, Timnas Indonesia menang dengan skor telak 4-0.
Beckham Putra (2 gol), Ole Romeny, dan Mauro Zijlstra maju satu per satu untuk mencatatkan nama di papan skor pertandingan.
Barangkali perhatian penggemar tertuju kepada Beckham yang mampu bersinar di tengah persaingan ketat di sektor permainannya.
Namun penggemar juga tak boleh melupakan sosok Ole Romeny yang tak kalah bersinar di laga ini.
Baca juga: Hitungan Poin Ranking Timnas Indonesia Jika Kalahkan Bulgaria di Final FIFA Series 2026
Pemain berusia 25 tahun tersebut menyumbang satu gol dan dua assist untuk Garuda di laga tersebut.
Bukan cuma soal kontribusi gol, Romeny memiliki cerita hampir serupa seperti Elkan Baggott.
Elkan Baggott merayakan pertandingan ini sebagai comebacknya ke skuad Timnas Indonesia setelah sejak 2024 tak pernah mendapatkan panggilan lagi.
Bagi Ole Romeny, ia juga mengusung sebuah cerita comeback.
Namun comeback yang ia jalani bukan soal kembali lagi ke skuad Indonesia.
Ole Romeny melakukan comeback ke susunan pemain utama Timnas Indonesia setelah mengalami cedera pergelangan kaki pada 13 Juli 2025 lalu.
Setelah mengalami cedera itu, ia memang pernah mendapatkan panggilan timnas di era Patrick Kluivert.
Namun ia tak dipasang sebagai starter di dua pertandingan tersebut.
Ia baru dimasukkan di babak kedua saat Timnas Indonesia berhadapan dengan Arab Saudi dan Irak.
Barulah di era John Herdman ini Ole Romeny merasakan lagi bermain sebagai pemain utama.
Posisinya barangkali tak seperti di era-era pelatih sebelumnya.
Ia lebih rajin turun ke lini kedua untuk membantu serangan timnas.
Hal tersebut terbukti tepat dengan sumbangan dua assist kepada Beckham Putra.
Kontribusi itu menjadi penting bagi Ole Romeny di tengah persaingan ketat yang ada di sektor depan Garuda.
Dalam 23 daftar pemain Indonesia yang dipanggil Herdman untuk FIFA Series, setidaknya ada tiga pemain yang bisa diplot sebagai penyerang tengah.
Selain Ole, ada juga Mauro Zijlstra dan Ramadan Sananta yang juga berpotensi menghuni posisi tersebut.
Potensi dari Ragnar Oratmangoen juga tak bisa dikesampingkan dalam memainkan pos penyerang sentral.
Hal yang lebih penting saat ini adalah Ole mendapatkan rasa percaya dirinya kembali.
Bermain selama 65 menit di laga kontra Saint Kitts and Nevis menjadi penting baginya.
Ini adalah menit bermain terbanyak kedua bagi Ole sejak Desember 2025 lalu.
Dengan tingkat kepercayaan diri yang semakin meningkat, Ole diharapkan bisa terus tampil moncer bersama Garuda.
(Tribunnews.com/Guruh)