Ritual Lebaran Ketupat di Tuban: Tradisi Dus-dusan di Laut demi Tolak Bala
Cak Sur March 28, 2026 07:04 PM

 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Tujuh hari setelah Hari Raya Idulfitri, suasana pesisir Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim), tampak berbeda. Masyarakat setempat merayakan momen Lebaran Ketupat dengan tradisi unik yang telah diwariskan secara turun-temurun, Sabtu (28/3/2026).

Tradisi tersebut dikenal dengan sebutan dus-dusan, yakni ritual mandi bersama di pantai.

Pantauan SURYA.co.id di lokasi, ribuan warga memadati Pantai Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban sejak pukul 06.00 WIB untuk menceburkan diri ke air laut.

Menariknya, tidak ada ritual rumit dalam kegiatan ini. Warga cukup datang dan mandi bersama keluarga maupun kerabat di bawah sinar matahari pagi yang belum menyengat. Antusiasme terlihat dari kehadiran anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang tumpah ruah di bibir pantai.

Makna Spiritual dan Filosofi Tolak Bala

Kepala Dusun Gesikharjo, Sukardi, mengungkapkan bahwa tradisi dus-dusan bukan sekadar rekreasi air biasa. Ada makna mendalam yang diyakini masyarakat pesisir Tuban sejak zaman nenek moyang.

  • Tolak Bala: Mandi di laut dianggap sebagai simbol membersihkan diri dari nasib buruk atau sial.
  • Kesehatan: Air laut dipercaya memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit kulit dan menjaga kebugaran tubuh.
  • Doa Umur Panjang: Warga memohon agar diberi umur panjang agar bisa dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan di tahun-tahun mendatang.

“Tradisi mandi bersama ini sudah menjadi adat kebiasaan warga Gesikharjo sejak dulu. Kami meyakini ini bisa membuat badan sehat dan sebagai bentuk syukur,” ujar Sukardi saat ditemui SURYA.co.id di lokasi.

Daya Tarik Bagi Warga Luar Desa

Seiring populernya tradisi ini, peserta dus-dusan kini tidak lagi didominasi oleh warga lokal Gesikharjo. Banyak warga dari kecamatan lain di Tuban yang sengaja datang untuk merasakan atmosfer Lebaran Ketupat di pinggir laut.

Salah satunya adalah Abdul (31), warga Desa Sugiharjo. Ia mengaku sudah rutin mengikuti tradisi dus-dusan selama lima tahun terakhir. Meskipun jarak rumahnya cukup jauh, ia merasa ada kepuasan tersendiri saat ikut meramaikan tradisi ini.

“Kalau menurut cerita orang-orang memang banyak manfaatnya, tapi bagi saya pribadi, ini adalah cara terbaik untuk menjaga kelestarian tradisi asli Tuban,” ungkap Abdul.

Latar Belakang Lebaran Ketupat di Jawa

Lebaran Ketupat atau Bakdo Kupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga di tanah Jawa, sebagai pelengkap setelah menjalankan puasa syawal selama enam hari.

Di Tuban, asimilasi budaya pesisir membuat perayaan ini identik dengan kedekatan masyarakat terhadap ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan mereka.

Imbauan Keselamatan untuk Pengunjung

Bagi Anda yang ingin mengikuti tradisi dus-dusan di Pantai Tuban, harap memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Selalu awasi anak-anak saat bermain air agar tidak terbawa arus laut.
  • Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit sebelum memutuskan mandi di laut di pagi hari.
  • Jaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah plastik atau sisa makanan ke laut.
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak memberatkan saat terkena air.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.