SURYA.CO.ID, JOMBANG - Penyakit pneumonia atau infeksi paru-paru akut masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim).
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang melaporkan tren kasus yang tetap tinggi sejak awal tahun 2026, menyusul ribuan kasus yang terjadi sepanjang tahun sebelumnya.
Data terbaru menunjukkan tingkat kegawatan yang signifikan, terutama pada kelompok usia rentan yang membutuhkan penanganan medis intensif.
Berdasarkan data RSUD Jombang, angka kematian akibat pneumonia pada awal tahun 2026 tergolong cukup mengkhawatirkan.
Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, menegaskan bahwa situasi ini memerlukan perhatian bersama dari seluruh lapisan masyarakat.
"Kasusnya masih cukup tinggi. Bahkan sejak awal tahun ini sudah ada puluhan pasien yang meninggal," ujar dr Pudji, Sabtu (28/3/2026).
Pihak rumah sakit mengidentifikasi, bahwa kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jombang belakangan ini menjadi faktor pemicu utama.
Intensitas hujan yang tinggi disertai perubahan suhu yang tidak menentu, berdampak langsung pada menurunnya daya tahan tubuh atau imunitas warga.
"Cuaca yang tidak stabil bisa menurunkan imunitas tubuh, sehingga masyarakat lebih rentan terserang infeksi saluran pernapasan," tambah dr Pudji.
Kondisi ini diperparah dengan risiko penularan yang lebih cepat di lingkungan yang lembap selama musim penghujan.
RSUD Jombang juga memberikan atensi khusus kepada pasien balita, karena memiliki risiko komplikasi paling berat jika terpapar pneumonia.
Struktur saluran pernapasan anak yang masih kecil, membuat pembengkakan akibat infeksi dapat berakibat fatal dalam waktu singkat.
Sebagai langkah antisipasi, pihak RS telah menyiagakan fasilitas ICU khusus anak dengan dukungan enam unit ventilator bantuan pernapasan.
Pneumonia merupakan peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Masyarakat diimbau segera ke fasilitas kesehatan jika menemui gejala berikut:
Tips Tambahan: Pastikan asupan nutrisi terjaga, rutin mencuci tangan, dan gunakan masker saat berada di lingkungan yang berdebu atau saat sedang sakit untuk memutus rantai penularan.