Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah hukum Polres Ciamis berlangsung aman, nyaman, dan kondusif.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, sebagai hasil dari strategi pengamanan terpadu dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026.
“Alhamdulillah, situasi arus mudik maupun arus balik di wilayah Kabupaten Ciamis berjalan aman, nyaman, dan kondusif sesuai dengan yang direncanakan pimpinan,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan pengamanan terlihat dari menurunnya angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) serta fatalitas korban dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025 tercatat dua kejadian laka lantas, sementara pada 2026 jumlahnya mengalami penurunan.
Baca juga: Wisata Alam Cadas Ngampar Ciamis Diserbu Pengunjung, Naik 20 Persen dari Tahun Lalu
Bahkan, selama periode operasi tahun ini, tidak terjadi kecelakaan fatal di titik-titik rawan.
Selain itu, angka kriminalitas juga menunjukkan tren positif. Kasus tindak pidana C3 (curat, curas, dan curanmor) menurun dari lima kasus pada 2025 menjadi tiga kasus pada 2026.
Menariknya, tingkat pengungkapan kasus justru meningkat signifikan. Dari hanya dua kasus yang terungkap pada 2025, kini meningkat menjadi lima kasus pada 2026.
“Artinya, ada peningkatan cukup signifikan dalam pengungkapan kasus di wilayah hukum Polres Ciamis,” jelasnya.
Dalam pengamanan arus lalu lintas, Polres Ciamis memetakan sejumlah titik rawan kemacetan, di antaranya Simpang Sindangkasih, Simpang Panjalu, serta jalur Jembatan Cikaleho menuju arah Cirebon.
Untuk mengantisipasi kepadatan, petugas menerapkan sistem buka-tutup arus kendaraan secara teratur dengan skema 60 kendaraan.
“Alhamdulillah, pengaturan ini berjalan lancar, aman, dan tidak menimbulkan antrean panjang,” katanya.
Kapolres juga menegaskan, gangguan kamtibmas secara umum mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Hal ini tidak lepas dari upaya preemtif dan preventif yang dilakukan secara intensif.
Petugas rutin menggelar patroli dialogis di titik rawan serta menempatkan personel berdasarkan analisis intelijen.
Selain itu, keterlibatan masyarakat dinilai sangat membantu dalam menjaga situasi keamanan.
Laporan cepat melalui hotline 110 maupun polsek terdekat menjadi faktor penting dalam pencegahan dan pengungkapan kasus.
“Ini adalah hasil sinergi dan kolaborasi semua pihak serta peran aktif masyarakat,” ujarnya.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pemudik, Polres Ciamis juga menghadirkan pos terpadu dengan konsep tematik budaya Kerajaan Galuh.
Di pos tersebut, berbagai fasilitas disediakan secara gratis, seperti layanan kesehatan, pijat, ruang menyusui, area bermain anak, minuman gratis, WiFi, hingga tempat istirahat yang nyaman bagi pengendara.
“Fasilitas ini membantu pemudik menghilangkan kelelahan dan kembali segar sebelum melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pendekatan humanis juga diterapkan melalui pembagian makanan dan minuman gratis, serta hiburan musik di rest area dan jalur arteri.
Polres Ciamis juga menyiapkan tim urai kemacetan sebanyak 30 personel. Tim ini terbukti efektif saat menangani kemacetan di wilayah Panjalu pada H+3 Lebaran.
Sebanyak 15 personel langsung diterjunkan untuk melakukan rekayasa lalu lintas berupa contra flow, sehingga kemacetan berhasil diurai dalam waktu sekitar satu jam.
“Ini menjadi salah satu bentuk apresiasi dari para pemudik terhadap kinerja Polres Ciamis,” katanya.
Di akhir keterangannya, Kapolres Ciamis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang telah berperan aktif dalam menyukseskan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga situasi kamtibmas pasca-Lebaran.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Ciamis, kami mengucapkan minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita jaga silaturahmi dan bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.(*)