Arus Balik Lebaran 2026, Belum Setengah Pemudik dari Jawa yang Kembali Ke Bali
Januar March 28, 2026 09:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin


TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Menjelang puncak arus balik yang diprakirakan berlangsung Sabtu-Minggu (28-29/3/2026), kurang dari setengah jumlah pemudik tujuan Jawa yang sudah kembali ke Bali via Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk.

ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mencatat, jumlah pemudik yang telah kembali ke Bali hingga H+5 Lebaran atau Jumat (27/6/2026) tercatat sebanyak 242.164 orang. Jumlah tersebut setara dengan 47 persen dari jumlah pemudik yang meninggalkan Bali pada saat arus mudik lalu.

"Sementara untuk kendaraan, yang sudah kembali mencapai 46 persen atau sebanyak 75.501 unit," kata Wakil Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Yossianis Marciano di Banyuwangi, Sabtu.

Baca juga: Ibu-ibu Kebingungan Tertinggal di Tol saat Balik Mudik Lebaran, Keluarga Tak Ada yang Sadar

Dengan masih banyaknya pemudik yang belum kembali ke Bali, ASDP mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan.

"Kepulangan dapat dilakukan mulai hari ini, besok, serta memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait work from anywhere untuk kembali ke Pulau Bali," ujarnya.

Pantauan Pelabuhan Ketapang pada Sabtu menunjukkan, arus kendaraan terbilang ramai-padat. Tak terlihat adanya Kemacetan kendaraan pribadi di jalur menuju pelabuhan.

"Terkait kepadatan hari ini, diprediksi kondisi serupa juga akan terjadi besok. Puncak arus balik diperkirakan berlangsung hari ini dan besok, seiring dengan tradisi Lebaran Ketupat yang baru saja dilaksanakan," ucap dia.

ASDP juga telah menerapkan skenario padat di pelabuhan selama puncak arus balik. Dalam skenario ini, jumlah operasi kapal ditambah dari 28 unit menjadi 30 unit.

"Sampai saat ini, kondisi masih terkelola dengan baik dan para pemudik tidak menunggu terlalu lama. Namun, jika eskalasi meningkat menjadi sangat padat, khususnya pada malam hari, jumlah kapal akan ditambah hingga mendekati 40 kapal," sambungnya.

ASDP memprediksi, jumlah kendaraan yang akan menyebrang pada Sabtu mencapai 20 ribu unit. Hingga siang hari, baru sekitar 5 ribu unit kendaraan yang telah menyebrang menuju Bali.

Selama puncak arus balik, ASDP juga memprioritaskan penyebrangan untuk kendaraan roda dua, mobil pribadi, dan bus. Sementara kendaraan truk besar diimbau untuk berhenti di kantong-kantong parkir yang disediakan.

Secara akumulatif, pergerakan penumpang di lintas Jawa-Bali mulai H-10 hingga H+5 mencapai 1.140.238 orang.

"Dibandingkan tahun lalu, angka ini sedikit lebih rendah, yaitu turun sekitar 1 persen. Sementara itu, total kendaraan dari H-10 hingga H+5 yang melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk mencapai 326.264 unit, atau meningkat sekitar 1 persen dibandingkan tahun 2025," ungkap dia. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.