Tank Andalan Israel tak Berkutik, Hizbullah Klaim 'Bantai' Hampir 100 Tank Merkava dalam Sepekan
Ansari Hasyim March 28, 2026 11:03 PM

SERAMBINEWS.COM - Pertempuran di perbatasan selatan Lebanon memanas drastis. Kelompok perlawanan Hezbollah mengklaim telah menghancurkan hampir 100 unit tank tempur utama Merkava milik Israel hanya dalam beberapa pekan terakhir operasi yang oleh sejumlah analis dijuluki sebagai “Merkava massacre”.

Dalam 24 jam pada Rabu saja, Hezbollah menyebut sedikitnya 21 tank Merkava berhasil dilumpuhkan di berbagai titik di Lebanon selatan dan wilayah utara Palestina yang diduduki. 

Serangan berlanjut hingga Kamis pagi, dengan klaim tambahan sekitar 20 tank terkena hantaman langsung.

Baca juga: Iran Sembunyikan Rudal dan Drone di Perut Gunung Berlapis Granit, Bikin AS–Israel Frustrasi

Jika diakumulasikan sejak awal Maret, jumlah tank yang disebut hancur mencapai sedikitnya 73 unit. Bahkan, sumber-sumber yang dikutip menyebut angka tersebut kini mendekati 100 setelah gelombang serangan terbaru.

Serangan Terkoordinasi di Banyak Titik

Menurut pernyataan “Perlawanan Islam di Lebanon”, serangan terbaru menyasar berbagai lokasi strategis:

Di Debel, tiga tank dihantam rudal berpemandu

Di Al-Qantara, beberapa tank diserang di sekitar sekolah teknik, sekolah kejuruan, reservoir, dan menara air, termasuk serangan drone

Di Taybeh, hampir selusin tank dilaporkan terkena rudal

Di Deir Siryan, empat tank dihantam di dekat kolam, sementara satu lainnya diserang di jalur Taybeh–Al-Qantara

Mengulang Sejarah 2006

Istilah “Merkava massacre” bukan hal baru. Julukan ini merujuk pada konflik Perang Lebanon 2006, ketika sekelompok kecil pejuang Hezbollah dilaporkan berhasil menghancurkan puluhan tank Merkava dan menewaskan puluhan tentara Israel dalam pertempuran sengit.

Kini, pola serangan serupa kembali muncul—namun dalam skala yang jauh lebih besar dan intens.

Analis militer menyoroti kontras tajam dari sisi ekonomi perang. Rudal berpemandu yang digunakan Hezbollah hanya bernilai ribuan dolar per unit. Sementara satu tank Merkava memiliki harga sekitar 6 juta dolar AS dan membutuhkan waktu produksi hingga dua tahun.

Perbandingan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas biaya dan kerentanan alutsista mahal di medan perang modern.

Operasi besar ini disebut sebagai respons setelah lebih dari setahun “kesabaran strategis” dari Hezbollah, di tengah berlanjutnya serangan Israel ke desa-desa di Lebanon selatan yang dinilai melanggar gencatan senjata.

Pada Rabu, Hezbollah juga mencatat rekor dengan melancarkan 87 operasi terhadap target militer Israel, menggunakan kombinasi rudal dan drone.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.