Rudy Sebut Jalur Kaltim - Sulbar Butuh Kapal Cepat untuk Percepat Mobilisasi Orang, Barang dan jasa
Ilham Mulyawan March 29, 2026 09:45 AM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud mengaku ia Bersama Gubernur Sulawesi Barat sedang mengkaji pengadaan kapal cepat rute Sulawesi Barat - Kalimantan Timur, untuk mempercepat pengiriman logistik atau barang dari kedua wilayah.

Rudy menyampaikan gagasannya itu usai bertemu dengan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka di Rumah jabatan (Rujab) Gubernur Sulbar, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Mamuju, Sabtu (28/3/2026).

Baca juga: Surplus 75 Ribu Ton Beras Sulbar Siap Didistribusikan ke Kalimantan Timur

Baca juga: Cerah Berawan Prakiraan Cuaca Sulawesi Barat Minggu 29 maret 2026

Dalam pertemuan itu, kedua gubernur bertukar pikiran terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pajak Air Permukaan (PAP).

Kemudian potensi kerjasama government to government untuk kebutuhan pangan dan ternak.

Sehingga untuk mendukung hal itu, Rudy menyebut opsi yang dibahas adalah penyediaan kapal cepat agar waktu tempuh bisa dipangkas.

"Kalau ke depan kita bisa mendapatkan kapal cepat yang kira kira speednya kurang lebih sekitar 25 sampai 30 knot. Mungkin untuk nyebrang ke Kalimantan timur hanya perlu waktu 4 atau 5 jam saja maksimum," jelas Rudy.

KUNJUNGAN KERJA - Guberrnur Kalimantan Timur Rudy mas'ud bersama Gubernur Sulawesi barat Suhardi Duka saat memberi keterangan pers di Rumah Jabatan Gubernur Subar, Sabtu (28/3/2026).
KUNJUNGAN KERJA - Guberrnur Kalimantan Timur Rudy mas'ud bersama Gubernur Sulawesi barat Suhardi Duka saat memberi keterangan pers di Rumah Jabatan Gubernur Subar, Sabtu (28/3/2026). (Tribun-Sulbar.com/Pemprov Sulbar)

Kapal tersebut diharapkan menjadi sarana transportasi laut yang efektif untuk mobilisasi orang, barang, dan jasa. 

Rudy mengatakan ini juga dibahas, kemungkinan kapal itu nanti bisa mendapatkan subsidi bersama antara pemerintah Kaltim dan Sulbar.

"Sehingga jarak tempuh lebih singkat dari Kalimantan Timur mungkin bisa mengirim ke sini adalah untuk energi, mungkin lebih cepat. Kita membutuhkan disana bahan pangan mulai tadi disebutkan adalah beras termasuk kambing program beliau tadi," tuturnya.

Pada kesempatan sama, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menyampaikan Sulbar memiliki keunggulan di sektor pangan. 

Produksi beras yang surplus dinilai bisa menjadi penopang kebutuhan daerah lain, termasuk Kalimantan Timur.

“Kami surplus di pangan kurang lebih 75.000 ton. Ini banyak lari ke Kalimantan,” kata Gubernur Suhardi Duka.

Selama ini, distribusi beras dari Sulbar masih berjalan melalui jalur perdagangan antarpedagang. 

Karena itu, ia mendorong kerja sama yang lebih terstruktur, baik antar pemerintah maupun melalui BUMD agar distribusi lebih efisien.

Tak hanya beras, Sulbar juga mulai mendorong kerjasama sektor peternakan. 

Saling Melengkapi

Dalam satu hingga dua tahun ke depan, komoditas seperti kambing diproyeksikan ikut surplus.

“Begitu juga 1 atau 2 tahun ke depan mungkin surplus di peternakan utamanya kambing,” jelasnya.

Ia menambahkan, kerja sama ini diarahkan untuk saling melengkapi kebutuhan kedua daerah.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menimpali, kebutuhan beras di Kalimantan Timur masih belum terpenuhi, sementara Sulbar justru memiliki kelebihan produksi.

Ia menyebut kebutuhan beras di daerahnya masih defisit sekitar 55 persen. Kedekatan geografis dinilai menjadi peluang untuk mempercepat distribusi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.