Tampang Suharlan Pembunuh Kekasihnya, Staf Bawaslu di OKU Selatan, Tertunduk Lesu Menyerahkan Diri
Slamet Teguh March 29, 2026 10:00 AM

TRIBUNSUMSEL.COM - Setelah sempat menjadi buron, Suharlan (44), akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian dengan wajah tertunduk lesu.

Dari foto yang diterima Tribunsumsel, Suharlan tampak memiliki perawakan pria dewasa yang terlihat tenang, namun siapa sangka di balik wajah tersebut tersimpan aksi brutal yang merenggut nyawa kekasihnya Maria Simaremare (38).

Mengenakan pakaian kaos berwarna hitam dan tangan terpasang kabel ties, pelaku tertunduk dihadapan polisi.

Baca juga: Suharlan Sempat Menginap, Sebelum Bunuh Staf Bawaslu OKU Selatan di Kontrakan, Bawa Barang Berharga

Suharlan mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya, Maria Simaremare (38), staf Bawaslu OKU selatan yang ditemukan tewas di rumah kontrakannya di OKU Selatan beberapa waktu yang lalu.

Suharlan diamankan setelah menyerahkan diri ke kantor Polsek Sukarami, Palembang.

Saat ini tersangka diperiksa di Unit 5 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Sabtu (28/3/2026).

Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston Sinaga mengatakan, pihaknya menerima informasi kalau tersangka mendatangi Polsek Sukarami untuk menyerahkan diri dan melakukan pembunuhan terhadap Maria Simaremare.

"Dalam interogasi singkat dan tersangka mengakui bahwa benar dirinya yang melakukan pembunuhan itu," ujar Aston.

Diketahui, sebelum kejadian, tersangka sedang menginap beberapa hari di rumah kontrakan korban.

Dalam interogasi lanjutan, tersangka mengakui membuang dompet korban di seputaran Masjid di Bandara SMB II Palembang.

"Dompet korban juga sudah ditemukan berisi kartu Identitas KTP, SIM, dan kartu ATM," katanya.

Tersangka juga mengakui bahwa sepeda motor dan laptop milik korban yang turut dibawa ke sebuah rumah kosong yang terletak di Desa Karang Lantang, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU.

Baca juga: Hasil Autopsi Jenazah Maria Simaremare, Staf Bawaslu OKU Selatan Tewas di Kosan, Leher Luka Parah

Setelah interogasi di Polda Sumsel, rencananya tersangka akan dibawa ke Polres OKU Selatan.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa Handphone milik korban yang ada pada diri tersangka.

Kronologi Jenazah Ditemukan

Korban diketahui merupakan staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU Selatan dan tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas sejak sehari sebelumnya dan tidak merespons saat dipanggil.

Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di dalam kamar. 

Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polres OKU Selatan bersama Polsek Muaradua dan Unit Identifikasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan kepolisian.

Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, membenarkan adanya peristiwa penemuan jasad tersebut.

“Betul, ada kejadian penemuan mayat perempuan di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua,” ujarnya saat dikonfirmasi jurnalis Tribunsumsel.com dan Sripoku.com pada Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, petugas langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta melakukan olah TKP dan pendataan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi.

Selain itu, jenazah korban juga telah dievakuasi ke RSUD Muaradua guna dilakukan pemeriksaan medis melalui visum et repertum (VER).

Korban Alami Kekerasan Berat

Jenazah korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan untuk mengetahui luka yang dialami dan penyebab kematian korban.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, pada pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dokter forensik, jenis luka yang dialami korban bervariasi.

Mulai dari memar, lecet, bintik perdarahan, hingga luka robek menganga.

"Pada pemeriksaan luar terdapat luka memar pada dahi serta bahu kanan dan kiri. Terdapat luka lecet pada dagu, lengan kanan bawah, serta bibir bagian atas dan bawah pola cetakan gigi. Terdapat bintik perdarahan pada kelopak atas bawah mata kanan dan kiri, serta pada seluruh wajah. Kebiruan pada ujung jari tangan kanan dan kiri, terdapat pucat pada ujung jari dan kaki, serta luka terbuka yang sudah dijahit dengan 33 jahitan," tutur Nandang, Jumat (27/3/2026).

Sedangkan untuk pemeriksaan dalam, luka yang ditimbulkan tergolong serius yang mengindikasikan korban mengalami kekerasan cukup berat.

Dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan menemukan resapan darah pada bagian dalam kulit kepala korban yang menunjukkan adanya benturan keras.

Selain itu, terdapat kerusakan fatal pada saluran pernapasan yang terputus disertai patah tulang leher.

Pemeriksaan juga menemukan bintik-bintik perdarahan pada permukaan organ vital seperti paru-paru, jantung, dan hati, yang mengindikasikan adanya tekanan atau trauma hebat sebelum korban meninggal dunia.

Dari hasil tersebut, penyebab kematian korban diduga kuat adalah mati lemas atau terhalangnya udara masuk ke saluran napas, disertai dengan luka sayat pada leher yang menyebabkan putusnya pembuluh darah. (Aggi Suzatri/ Rachmat Kurniawan)

 

 

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.