33 Kasus DBD di Bandar Lampung hingga Maret 2026, Dinkes Perkuat Edukasi 3M Plus
Robertus Didik Budiawan Cahyono March 29, 2026 10:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkot Bandar Lampung mencatat sebanyak 33 kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD) terjadi hingga awal Maret 2026.

Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional dan tidak ditemukan kasus kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung mengatakan, DBD merupakan penyakit musiman yang rutin terjadi setiap tahun, terutama saat musim hujan.

"Dari 126 kelurahan di Bandar Lampung, sebanyak 68 kelurahan masuk kategori endemis, 55 kelurahan sporadis, dan tiga kelurahan tercatat bebas kasus dalam tiga tahun terakhir," ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Menurut Muhtadi, tiga kelurahan yang bebas kasus tersebut akan menjadi fokus pengamatan untuk melihat pola keberhasilan pencegahan yang dilakukan masyarakat.

Baca juga: Alasan Pihak Mobil Tertemper Kereta Api di Bandar Lampung Blokade Rel, Ada 3 Hal

Dinkes menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air. Serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami terus mengedukasi masyarakat melalui kader jumantik, puskesmas, hingga tim promosi kesehatan agar aktif memantau jentik nyamuk di lingkungan rumah," jelasnya.

Selain itu, penggunaan abate pada tempat penampungan air yang sulit dijangkau juga menjadi salah satu langkah yang dianjurkan untuk mencegah berkembangnya nyamuk pembawa virus DBD.

Muhtadi menambahkan, keberadaan ribuan kader kesehatan di tingkat kelurahan diharapkan mampu memperkuat edukasi kepada masyarakat secara langsung.

"Kalau pencegahan ini berjalan optimal, harapannya wilayah endemis bisa menjadi sporadis, dan yang sporadis bisa menjadi bebas kasus," katanya.

Di sisi lain, Dinkes juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit campak yang saat ini menjadi perhatian nasional.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 51 kasus suspek campak ditemukan di puskesmas yang tersebar di Bandar Lampung.

Sementara laporan dari rumah sakit menunjukkan total 169 kasus suspek, meski belum seluruhnya terkonfirmasi sebagai kasus positif.

"Semua kasus masih dalam kategori suspek karena menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," ujarnya.

Ia memastikan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan dari fasilitas kesehatan.

Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk segera membawa anak ke puskesmas jika mengalami gejala seperti demam dan ruam, serta memastikan imunisasi dasar, termasuk vaksin campak, telah terpenuhi.

Pemerintah Kota Bandar Lampung saat ini juga tengah menyiapkan surat edaran sebagai tindak lanjut instruksi nasional guna meningkatkan kewaspadaan terhadap campak.

Dinkes berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat menekan penyebaran penyakit menular di Kota Bandar Lampung.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.