Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Pemerintah Kota Palu terus menunjukkan konsistensinya dalam menggelar Festival Raudhah sebagai rangkaian menyambut Haul ke-58 Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua.
Festival Raudhah 2026 resmi dibuka pada Sabtu (28/3/2026) malam di kawasan Wisata Religi Alkhairaat Palu, Jl Sis Aljufri, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, dan akan berlangsung selama tiga hari hingga 30 Maret 2026.
Kegiatan ini telah memasuki tahun ke-16 sejak pertama kali digelar pada 2010, saat masa kepemimpinan Wali Kota Palu kala itu, Rusdy Mastura.
Baca juga: Respons Pemerintah Soal Nasib Haji Indonesia di Tengah Konflik Iran vs Israel-AS
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, mengatakan konsistensi penyelenggaraan Festival Raudhah menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung geliat ekonomi dan sektor pariwisata daerah.
“Alhamdulillah, pada malam hari ini kita telah membuka Festival Raudhah dalam rangka Haul Guru Tua ke-58 tahun 2026. Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan yang ke-16 sejak pertama kali digelar pada tahun 2010,” ujarnya.
Menurut Imelda, dalam dua tahun terakhir pelaksanaan Festival Raudhah menunjukkan peningkatan, terutama dari sisi jumlah tenant yang terus bertambah, didukung oleh Dinas Pariwisata Kota Palu sebagai leading sector.
Selain itu, penataan tenant juga semakin tertib, termasuk pemisahan antara produk makanan kering dan basah guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Pantauan TribunPalu.com, festival ini diramaikan sekitar 50 stand yang diisi pelaku UMKM serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Kota Palu.
Beragam produk ditawarkan, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga layanan perbankan yang turut mendorong literasi keuangan masyarakat.
Baca juga: Festival Raudhah 2026, 50 Stand UMKM Penuhi Jalan Sis Aljufri Palu
Imelda menegaskan, sektor UMKM menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan tersebut.
“Yang paling esensial dalam kegiatan ini adalah peran UMKM. Kita bisa melihat bagaimana para pelaku UMKM memasarkan produk-produk mereka di sini,” katanya.
Ia menambahkan, UMKM terbukti tetap bertahan di tengah berbagai kondisi, mulai dari bencana gempa 2018 hingga pandemi Covid-19 pada 2020.
Bahkan, sektor ini dinilai terus tumbuh setiap tahun dan menjadi salah satu penggerak pembangunan daerah di Kota Palu.
Selain mendorong UMKM, Festival Raudhah juga menjadi daya tarik pariwisata, dengan menghadirkan berbagai kegiatan seperti musikalisasi religi, perlombaan, hingga pertunjukan seni budaya lokal seperti musik Kaili dan jepeng.
Pemerintah Kota Palu pun mengajak masyarakat untuk meramaikan festival yang berlangsung di sepanjang Jalan Sis Aljufri tersebut.
Baca juga: Kesepakatan Haul ke-58 Habib Idrus Al-Jufri, PB Al-Khairaat dan Keluarga Bersatu
Di sisi lain, Pemkot Palu juga tengah mengupayakan pengusulan makam Guru Tua sebagai cagar budaya, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat berkunjung beberapa waktu lalu.
Saat ini, proses pengajuan masih dalam tahap persiapan dokumen oleh pihak terkait.
Sementara itu, puncak peringatan Haul Guru Tua ke-58 dijadwalkan berlangsung pada 1 April 2026 atau 12 Syawal 1447 Hijriah.
Panglima Garda Alkhairaat, Husen Habibu, menyebut peringatan haul tahun ini akan menjadi momentum silaturahmi akbar yang diperkirakan dihadiri sekitar 75 ribu Abnaul Khairaat dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga: Bupati Sigi Ajak Warga Aktif Sampaikan Aduan Lewat Aplikasi Taman Risi
“Silaturahim akbar, baik yang pernah belajar di Alkhairaat maupun simpatisan, yang insya Allah akan dihadiri 75 ribu orang dari seluruh penjuru Indonesia,” ujarnya.(*)