TRIBUNPALU.COM - Nasib keberangkatan Jemaah Haji 2026 di tengah memanasnya konflik Iran vs Israel-Amerika Serikat mendapat respon dari pemerintah.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan jadwal keberangkatan Jemaah Haji tahun ini tetap berjalan sesuai rencana.
Ia menegaskan hingga saat ini belum ada gangguan terhadap persiapan teknis maupun jadwal pemberangkatan perdana jemaah Indonesia.
Pemerintah terus memantau situasi geopolitik di Timur Tengah secara saksama untuk menjamin keselamatan seluruh warga negara.
Rencananya, pemberangkatan Jemaah Haji kloter pertama tetap dijadwalkan pada 22 April 2026.
Irfan berharap situasi regional tidak mengalami eskalasi ekstrem yang dapat mengubah jadwal yang telah ditetapkan.
Koordinasi intensif terus dilakukan dengan Kementerian Haji Arab Saudi untuk mendapatkan informasi keamanan terkini di Tanah Suci.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk RI, Faisal Abdullah Al Amoudi, memastikan wilayah kedaulatan Saudi saat ini relatif aman.
Baca juga: Festival Raudhah 2026, 50 Stand UMKM Penuhi Jalan Sis Aljufri Palu
Faisal menyatakan bahwa stabilitas keamanan di dalam negeri Arab Saudi tetap terjaga meski negara tetangganya terlibat konflik.
Menurut pihak Saudi, serangan balasan yang terjadi di kawasan hanya menyasar pada titik pangkalan militer tertentu.
Oleh karena itu, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menjamin seluruh rangkaian ibadah haji 1447 H akan berlangsung kondusif.
"Sebagaimana yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu bahwa Arab Saudi sampai saat ini, alhamdulillah kita dalam keadaan aman, dalam keadaan stabil," kata Faisal Abdullah Al Amoudi melalui penerjemah di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
"Berkaitan dengan haji, tetap berjalan sesuai planning yang telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi, dan tentu sampai saat ini itulah update yang kita miliki."
Terpisah, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan jadwal keberangkatan ibadah haji pada 2026 tetap sesuai rencana meskipun terjadi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
“Sampai saat ini masih sesuai dengan jadwal. Mudah-mudahan hingga pemberangkatan pada 22 April nanti tidak ada perubahan,” kata Irfan usai menghadiri acara Balik Kerja Bareng Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) 2026 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum terdapat gangguan terhadap persiapan maupun jadwal keberangkatan jamaah haji Indonesia.
Menurutnya, seluruh aspek layanan, mulai dari akomodasi hingga transportasi, telah dipersiapkan dengan baik.
Sementara dari sisi pendanaan, lanjutnya, juga siap mendukung sesuai kebutuhan.
Irfan menambahkan, hingga kini penerbangan langsung menuju Arab Saudi masih tersedia dan tidak terdampak situasi geopolitik yang berkembang.
“Kami melihat tidak ada penghentian penerbangan. Masih ada direct flight ke Arab Saudi. Mudah-mudahan tetap aman,” katanya.
Pemerintah Indonesia, lanjut dia, juga terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Haji Arab Saudi untuk memantau perkembangan terkini.
“Kami selalu berkomunikasi dengan tim Kementerian Haji Saudi, dan sampai hari ini mereka menyatakan tidak ada perubahan jadwal,” ucapnya.
Selain itu, kuota jamaah lanjut usia juga tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, yakni sebesar lima persen dari total kuota haji.
Ia juga memastikan penyelenggaraan ibadah umrah tetap berjalan aman, dengan pengawasan ketat terhadap kepastian kepulangan jamaah.
Pihaknya juga sudah mengumpulkan penyelenggara untuk memastikan jamaah yang berangkat juga kembali dengan aman.
Pemerintah berharap situasi tetap kondusif sehingga seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar.
Baca juga: Bupati Sigi Ajak Warga Aktif Sampaikan Aduan Lewat Aplikasi Taman Risi
Irfan juga mengatakan proses penerbitan visa Jemaah Haji Indonesia untuk musim haji 1447H/2026M telah melampaui 95 persen.
Menurutnya, persiapan penyelenggaraan haji tahun ini hampir mencapai tahap final.
"Penerbitan visa juga telah mencapai lebih dari 95 persen," ujar Gus Irfan dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).
Ia menegaskan, secara keseluruhan kesiapan penyelenggaraan haji telah mendekati 100 persen.
Hal ini mencakup berbagai aspek layanan mulai dari akomodasi di Makkah dan Madinah, konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah.
Menurut Irfan, kesiapan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan jemaah.
"Kami memastikan pelayanan yang berpusat pada jemaah, sejak persiapan, pelaksanaan, hingga kembali ke tanah air," katanya.
Pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai 22 April 2026.
Pemerintah juga telah bekerja sama dengan pihak syarikah di Arab Saudi, termasuk dalam distribusi kartu Nusuk yang akan diterima jemaah di embarkasi.
Baca juga: Sekprov Bantah Diskriminasi Gender di Seleksi JPT, Sebut Kesempatan Terbuka Lebar untuk Perempuan
Kuota haji Indonesia tahun 2026 ditetapkan sebanyak 221.000 orang, yang terdiri atas 203.320 calon haji reguler (92 persen) dan 17.680 calon haji khusus (8 persen).
Pembagian kuota dilakukan berdasarkan proporsi daftar tunggu jamaah di setiap provinsi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
Jemaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan ke Arab Saudi secara bergelombang pada 22 April 2026.
Sedangkan pemulangan jemaah haji dijadwalkan pada 1 Juni 2026 dan berakhir 1 Juli 2026.
Kuota jemaah haji Indonesya 2026 terdiri atas 203.320 calon haji reguler (92 persen) dan 17.680 calon haji khusus (8 persen).
Jadwal keberangkatan dan pemulangan jemaah haji sudah dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Pemberangkatan jemaah ke Madinah dan Mekah dibagi dua gelombang.
Gelombang pertama keberangkatan menuju Madinah pada 22 April 2026. Sedangkan gelombang kedua menuju Mekah pada 7 Mei 2026.
"Proses keberangkatan jemaah haji Indonesia Insyaallah akan dimulai pada 21 April 2026 atau bertepatan dengan 4 Dzulqa’dah 1447 H, ketika jemaah mulai memasuki asrama haji," kata Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Ichsan Marsha pada Rabu (5/11/2025), dikutip Bangkapos.com dari Kompas.com.
Puncak ibadah haji akan berlangsung saat Wukuf di Arafah pada 26 Mei 2026 atau 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Sehari sebelumnya, 26 Mei seluruh jemaah akan bergerak menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf.
Dalam konteks ibadah haji, wukuf adalah berdiam diri di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, hingga 10 Dzulhijjah.
Wukuf tidak harus dalam kondisi berdiri. Jemaah boleh duduk, berbaring, atau bahkan tertidur, selama berada di area Arafah pada waktu yang ditentukan.
Sementara itu, fase pemulangan jemaah haji juga dibagi dua gelombang yang akan dimulai pada 1 Juni 2026 dan berakhir 1 Juli 2026 atau bertepatan dengan 16 Muharram 1448 Hijriah.
DPR RI dan pemerintah telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi sebesar Rp 87.409.366.
Dari jumlah tersebut, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang ditanggung calon jemaah haji rata-rata sebesar Rp 54.194.366.
Daftar jumlah kuota Jemaah Haji reguler tahun 2026 untuk masing-masing provinsi di Indonesia sudah ditetapkan.
Tiga provinsi paling banyak menerima kuota haji reguler 2026 adalah Jawa Timur 42.409 jemaah, disusul Jawa Tengah 34.122 orang dan Jawa Barat 29.643 jemaah.
Total kuota yang didapat untuk seluruh Indonesia sama dengan kuota musim haji tahun 2025 yakni sebanyak 221.000 orang.
Dari total kuota tersebut, haji reguler memperoleh jatah 203.320 jemaah, sedangkan haji khusus sebanyak 17.680 jemaah. Pembagian untuk dua kuota juga masih sama dengan tahun lalu.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pembagian kuota haji tahun 2026 disusun sesuai dengan ketentuan dalam UU Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU).
"Berkaitan dengan hal tersebut, kami membagi kuota haji reguler per provinsi berdasarkan proporsi daftar tunggu jemaah haji antar provinsi," kata Dahnil dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025) dikutip Bangkapos.com dari Kompas.com.
Dahnil menjabarkan, pembagian kuota berprinsip pada keadilan sehingga provinsi dengan jumlah pendaftar haji lebih banyak akan mendapat kuota lebih banyak.
Dengan demikian, waktu tunggu jemaah haji reguler seluruh provinsi menjadi sama, yakni 26 tahun, sehingga besaran nilai manfaat yang diterima tiap jemaah pun sama, karena lama waktu tunggunya sama.
"Perhitungan kuota tahun 2025 pada setiap provinsi tidak memiliki landasan hukum. Sedangkan rencana kuota tahun 2026 telah sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam UU Nomor 14 Tahun 2025. Waktu tunggu jemaah haji dengan kuota tahun 2025 sangat bervariatif hingga 47 tahun, sementara rencana kuota tahun 2026 pada seluruh provinsi memiliki masa tunggu yang sama," kata Dahnil.
Berdasarkan data yang dibeberkan Dahnil, provinsi yang memperoleh kuota terbanyak adalah Jawa Timur dengan jumlah 42.409 jemaah.
Data juga menunjukkan bahwa kuota untuk wilayah Papua digabung dengan total 933 jemaah, kecuali Papua Barat.
Berikut jadwal lengkap perjalanan Haji 2026 mulai pemberangkatan hingga pemulangan jemaah:
21 April 2026 (4 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) jemaah masuk Asrama Haji
22 April 2026 (5 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang I ke Madinah
1 Mei 2026 (14 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang I ke Mekkah
6 Mei 2026 (19 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) akhir pemberangkatan jemaah gelombang I ke Madinah
7 Mei 2026 (20 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang II ke Jeddah
15 Mei 2026 (28 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) akhir keberangkatan jemaah gelombang I ke Mekkah
21 Mei 2026 (4 Dzulhijjah 1447 Hijriah) akhir pemberangkatan jemaah gelombang II ke Jeddah
25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah 1447 Hijriah) pemberangkatan jemaah haji dari Mekkah ke Arafah
26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 Hijriah) wukuf di Arafah
27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Idul Adha
28 Mei 2026 (11 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq I
29 Mei 2026 (12 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq II
30 Mei 2026 (13 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq III
1 Juni 2026 (15 Dzulhijjah 1447 Hijriah) awal pemulangan jemaah gelombang I dari Mekkah ke Tanah Air
15 Juni 2025 (29 Dzulhijjah 1447 Hijriah) akhir pemulangan jemaah gelombang I dari Madinah ke Tanah Air
16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 Hijriah) awal pemulangan jemaah gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
30 Juni 2026 (15 Muharam 1448 Hijriah) pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
1 Juli 2026 (16 Muharam 1448 Hijriah) jemaah haji gelombang II tiba di Tanah Air
Berikut ini daftar lengkap kuota jemaah haji reguler per provinsi di Indonesia untuk musim haji 2026:
1. Aceh – 5.426
2. Sumatera Utara – 5.913
3. Sumatera Barat – 3.928
4. Riau – 4.682
5. Jambi – 3.576
6. Sumatera Selatan – 5.354
7. Bengkulu – 1.357
8. Lampung – 5.827
9. DKI Jakarta – 7.819
10. Jawa Barat – 29.643
11. Jawa Tengah – 34.122
12. DI Yogyakarta – 3.748
13. Jawa Timur – 42.409
14. Bali – 1.698
15. Nusa Tenggara Barat – 5.798
16. Nusa Tenggara Timur – 516
17. Kalimantan Barat – 1.858
18. Kalimantan Tengah – 1.559
19. Kalimantan Selatan – 5.187
20. Kalimantan Timur – 3.189
21. Sulawesi Utara – 402
22. Sulawesi Tengah – 1.753
23. Sulawesi Selatan – 9.670
24. Sulawesi Tenggara – 2.063
25. Maluku – 587
26. Papua – 933
27. Bangka Belitung – 1.077
28. Banten – 9.124
29. Gorontalo – 608
30. Maluku Utara – 785
31. Kepulauan Riau – 1.085
32. Sulawesi Barat – 1.450
33. Papua Barat – 447
34. Kalimantan Utara – 489
(Kompas TV/Ikhsan Abdul Hakim) (Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi) (Kompas.com/Firda Janati, Fika Nurul Ulya)
(*)
Update informasi lainnya di Facebook, Instagram, Tiktok dan WA Channel